PELUANG USAHA BUDIDAYA IKAN HIAS INDONESIA

Oleh : Suhana

Analisis Ekonomi Perikanan MEA Center

Email : suhanaipb@gmail.com

 

Indonesia merupakah salah satu negara yang memiliki potensi pengembangan usaha ikan hias dunia. Data International Trade Center (2016) menunjukkan bahwa posisi ekspor ikan hias Indonesia menempati urutan ke 6 untuk ikan hias air tawar dan posisi ke 3 untuk ikan hias air laut. Hal ini menunjukkan tingginya peran Indonesia dalam perdagangan ikan hias dunia. Bahkan kontribusi perdagangan ikan hias Indonesia dapat terus ditingkatkan apabila usaha budidaya ikan hias nasional terus dikembangkan secara baik.

Tingginya peluang usaha ikan hias nasional juga tercermin dari tingginya pendapatan para pembudidaya ikan hias nasional dibandingkan dengan para pembudidaya lainnya di bidang pertanian. Hasil survey pertanian 2013 (BPS, 2014) menunjukan bahwa pendapatan rata-rata per rumah tangga pembudidaya ikan hias mencapai Rp. 50.484.000 pertahun atau dengan kata lain pendapatan perbulan para pembudidaya ikan hias mencapai Rp.4.237.330. Artinya bahwa pendapatan rumah tangga ikan hias rata-rata sudah mencapai diatas rata-rata Upah Minimum Regional (UMR). Rata-rata pendapatan rumah tangga pembudidaya ikan hias tersebut merupakan nilai tertinggi dari rumah tangga pertanian lainnya yang ada di Indonesia. Secara grafis rata-rata pendapatan per rumah tangga pertanian menurut sumber pendapatan utama dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

1

Gambar 1. Rata-rata Pendapatan Per Rumah Tangga Pertanian Menurut Sumber Pendapatan Utama

Sebaran Pembudidaya Ikan Indonesia

Hasil Survey Pertanian Tahun 2013 (BPS,2014) menunjukan bahwa jumlah pembudidaya ikan hias saat ini mencapai 12.873 kepala keluarga (KK) atau hanya 1,07 persen saja dari total pembudidaya ikan di Indonesia (1.201.223 KK). Para pembudidaya ikan ihas tersebut sebagain besar terkonsentrasi di Provinsi Jawa Timur (27,86 %), Jawa Barat (26,54 %), Kalimantan Barat (17,27 %), Jawa Tengah (7,16 %) dan sisanya menyebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Secara grafis sebaran rumah tangga pembudidaya ikan hias dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

2

Gambar 2. Persentase Rumah Tangga Pembudidaya Ikan Hias Indonesia Menurut Wilayah

Perkembangan Produksi Ikan Hias Nasional

Produksi ikan hias Indonesia dalam kurun waktu 2009 – 2015 mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 15,69 persen pertahun. Produksi ikan hias pada tahun 2009 mencapai 566,34 juta ekor dan pada tahun 2015 meningkat tajam menjadi 1.336 juta ekor. Peningkatan produksi ikan hias tersebut hendaknya terus dijaga dan lebih dioptimalkan lagi guna mendukung peningkatan perdagangan ikan hias Indonesia. Secara grafis perkembangan produksi ikan hias dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

3

Gambar 3. Perkembangan Produksi Ikan Hias Indonesia Periode Tahun 2009 – 2015

Komoditas Ikan Hias Unggulan

Berdasarkan Hasil Survey Pertanian 2013 terlihat bahwa sumberdaya ikan yang dominan dibudidayakan oleh para pembudidaya adalah Ikan Koi, Ikan Arowana Merah, Ikan Mas Koki, Ikan Cupang Hias dan Ikan Cupang Laga. Pembudidaya ikan hias jenis Ikan Koi mencapai 26,29 persen, pembudidaya ikan Arowana Merah mencapai 14,66 persen, pembudidaya Ikan Mas Koki mencapai 13,28 persen, pembudidaya Ikan Cupang Hias mencapai 11,35 persen dan pembudidaya Ikan Cupang Laga mencapai 4,19 persen. Secara grafis persentase pembudidaya ikan menurut jenis ikan yang dibudidayakan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

4

Gambar 4. Persentase Rumah Tangga Pembudidaya Ikan Hias Indonesia Menurut Komoditas Ikan Hias Utama

Pembudidaya ikan Koi, Mas Koki dan Ikan Cupang sebagain besar terkonsentrasi di Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sementara itu pembudidaya ikan Arowana terkonsentrasi khusus di Provinsi Kalimantan Barat (BPS, 2014). Informasi ini sangat penting sebagai masukan untuk penyusunan strategi pengembangan budidaya ikan hias secara nasional. Dengan informasi ini diharapkan pemerintah dan para pemangku kebijakan lainnya tidak salah dalam menentukan kebijakannya. Secara grafis sebaran pembudidaya ikan menurut jenis ikan hias dan wilayahnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

5

Gambar 5. Persentase Rumah Tangga Usaha Budi Daya Ikan Hias Menurut Wilayah dan Jenis Ikan Hias Utama

Strategi Pengembangan Usaha Ikan Hias

Usaha Ikan hias memiliki peluang bisnis yang cukup tinggi dan dapat diandalkan sebagai kekuatan baru ekonomi perikanan Indonesia dimasa yang akan datang. Oleh sebab itu tingginya peluang bisanis ikan hias tersebut perlu disambut dengan baik oleh pemerintah dan para pelaku usaha supaya bisa bermanfaat bagi ekonomi nalisonal, kesejahteraan masyarakat dan kelestarian sumberdaya ikan hias nasional.

Dengan demikian diperlukan strategi pengembangan bisnis yang dapat mendorong peningkatan kinerja ekonomi ikan hias nasional. Beberapa strategi yang dapat dilakukan adalah :

  • Keberadaan infrastruktur menjadi sangat penting dalam mengembangkan ikan hias nasional. Beberapa infrastruktur yang perlu diperhatikan adalah
  • Membangun Bank Benih Ikan Hias;
  • Membangun sentra-sentra pengobatan penyakit ikan (Poliklinik Ikan) di seluruh wilayah sentra ikan hias);
  • Meningkatkan ketersediaan infrastruktur budidaya, seperti jalan produksi, jaringan listrik, irigasi;
  • Produksi
  • Menyediakan Benih dan pakan Ikan Hias Unggul;
  • Meningkatkan Produksi Ikan Hias;
  • Mengimplementasikan SNI dalam memproduksi ikan hias
  • Meningkatkan peran serta penyuluh perikanan dalam membina para pembudidaya dan nelayan ikan hias
  • Pemasaran
  • Memetakan pasar ikan hias sesuai Jenis, ukuran dan kualitas ikan hias yang merupakan unsur penting dan menentukan dalam penguasaan pangsa pasar ikan hias;
  • Meningkatkan Promosi Ekspor dan pasar dalam negeri;
  • Meningkatkan kerjasama antara pelaku usaha perdagangan ikan hias dengan maskapai penerbangan ke seluruh negara tujuan ekspor ikan hias dunia, terutama ke USA dan Uni Eropa;
  • Mengembangkan sentra-sentra bisnis ikan hias di seluruh wilayah Indonesia;
  • Mengimplementasikan SNI dalam pengemasan dan pemasaran ikan hias;
  • Meningkatkan peran aktif Balai Karantina Ikan untuk bersinergi dengan para pelaku usaha ikan hias;
  • Meningkatkan peranserta BPSDMKP dalam mendorong tumbuhnya pelaku bisnis ikan hias di Indonesia
  • Kelembagaan
  • Menyusun Blue Print Ikan Hias Sebagai Kekuatan Baru Ekonomi Perikanan Indonesia;
  • Mensosialisasikan Permen KP No 21 Tahun 2014 tentang Larangan Pengeluaran Ikan Hias Anak Ikan Arwana, Benih Ikan Botia Hidup, dan Ikan Botia Hidup dari Wilayah NKRI ke Luar Wilayah Negara RI kepada semua pemangku kepentingan
  • Menetapkan harga patokan ikan hias sebagai patokan harga bagi para pelaku bisnis ikan hias;
  • Melindungi ekosistem ikan hias asli Indonesia, seperti ikan botia (Jambi), arwana (Kalimantan Barat) dan jardini (Papua;
  • Meningkatkan sinergitas antar para pemangku kepentingan ikan hias