TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR– Rumput Laut menjadi salah satu komoditas di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang memiliki potensi baik untuk dikembangkan.

Sementara itu data dari Disperindag Sulsel menunjukkan bahwa sampai dengan Oktober 2017, ekspor rumput laut Sulsel sebesar 82.110,9 ton dengan nilai US$ 75,3 juta.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Sulkaf S Latif mengungkapkan bahwa ekspor rumput laut kembali bergairah dibanding tahun lalu karena saat ini harganya cukup tinggi.

Dimana pada tahun 2016 hingga Juli 2017 harga rumput laut hanya dikisaran Rp 6 ribu hingga Rp 10 ribu untuk kotonik. Harga rumput laut kembali naik pada akhir Juli 2017 hingga Desember ini.

“Kenaikan harga rumput laut pada akhir Juli tahun ini cukup fantastik, terakhir kami dapat informasi untuk wilayah Palopo hingga Rp 22 ribu. Ada juga Rp 17 ribu per kering petani,” ungkap Sulkaf kepada Tribun Timur, Kamis (14/12/2017).

Ia juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga rumput laut tersebut sangat dipengaruhi oleh harga di pasar internasional sehingga bisa berubah kapan saja.

Sehingga untuk saat ini rumput laut mendominasi ekspor kontainer Sulsel, dari 70 persen ekspor kontainer Sulsel didominasi oleh rumput laut sisahnya ikan dan sebagainya.(*)

Sumber : http://makassar.tribunnews.com/2017/12/14/harga-naik-ekspor-rumput-laut-sulsel-kembali-bergairah