Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa perusahaan penangkapan ikan dan tuna kaleng ikut mendesak terwujudnya aturan pengelolaan dan konservasi perikanan yang lebih kuat di konferensi Komisi Perikanan Pasifik Barat-Tengah (Western and Central Pacific Fisheries Commission-WCPFC).

Juru Kampanye Laut Greenpeace Indonesia Arifsyah Nasution yang berada di di Manila untuk mengikuti pertemuan tahunan WCPFC ke-14 menyebutkan asosiasi dan sejumlah perusahaan yang ikut melancarkan desakan a.l. Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI), Sealect dari Thailand, dan Alliance Select International dari Filipina.

“Dalam surat intervensi yang mereka layangkan, perusahaan dan asosiasi dari Asia Tenggara ini mengeluarkan komitmen bahwa dalam operasi bisnisnya mereka akan menghormati hak asasi manusia, mengatasi masalah alih muat ikan di tengah laut (transshipment), pembatasan rumpon dan mematok target nyata hingga 2020,” kata Arifsyah dalam keterangan tertulis kepada Bisnis, Rabu (6/7/2017).

Surat itu juga dilayangkan untuk mendorong WCPFC tampil sebagai aktor penting untuk mengatasi masalah yang terjadi di dunia perikanan saat ini, seperti hak asasi manusia, rumpon, kapal longline, dan transhipment.

Sebelumnya, Greenpeace mengemukakan beberapa hal yang harus disepakati dalam pertemuan tahunan WCPFC ke-14 a.l. kapal-kapal jaring (purse seine) harus menyepakati pengurangan besar-besaran jumlah rumpon (fish aggregating devices/FADs) dan aturan ketat untuk pelaporan dan transparansi penggunaan rumpon; pengawasan dan kontrol yang lebih ketat terhadap kapal longliner; serta penerapan target stok, titik batas eksploitasi, dan pengelolaan strategis.

Perusahaan dan asosiasi asal Indonesia yang ikut mendukung klausul Greenpeace mencakup Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI), PT International Alliance Foods, PT Aneka Tuna Indonesia, PT Samudra Mandiri Sentosa, dan PT Sinar Pure Foods International.

Dari Filipina, terdapat Alliance Select Foods International, Celebes Canning, General Tuna Corporation, Ocean Canning, Philbest Canning, dan Seatrade Canning.

Adapun asosiasi dan pelaku usaha dari Thailand meliputi SEALECT by Thai Union, OCEAN WAVE manufactured by Thai Union, NAUTILUS produced and distributed by Pattaya Foods, ROZA manufactured by Hi-Q Food Products, dan TCB manufactured by Tropical Canning.

Sumber : http://industri.bisnis.com/read/20171206/99/715937/korporasi-dan-asosiasi-dukung-konferensi-komisi-perikanan