Potensi besar sektor perikanan diyakini bisa menjadi alternatif penopang perekonomian di Kaltim. Dengan sebagian besar berwujud komoditas mentah saja, hasil dari perairan di Benua Etam sudah menjadi salah satu penyumbang ekspor utama.

Tahun lalu, ekspor dari kelompok ikan dan olahannya sepanjang tahun mencapai USD 27,83 juta. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim Nursigit mengatakan, target ekspor tahun lalu USD 15,6 juta. Namun dalam progres akhir tahun lalu sudah mencapai USD 27,83 juta atau setara 178 persen dari target. Tahun ini, dia menargetkan ekspor bisa menembus USD 29,22 juta.

Dijelaskannya, udang windu Kaltim merupakan barometer harga udang sedunia. Sebab, budi dayanya tanpa treatment tertentu, dan berlangsung secara natural. Salah satu keunggulan udang ini kata dia tidak menimbulkan alergi. Karenanya dihargai tinggi.

“Di Sungai Meriam saja mencapai Rp 300 ribu per kilogram. Belum lagi kalau diekspor,” katanya belum lama ini.

Dikatakannya, di negara lain, tak ada tempat untuk membudidayakan udang windu. Setidaknya di Kaltim ada beberapa perusahaan pengekspor udang spesial ini.

Di antaranya, PT Sam Surya Mandiri, PT Balikpapan Jaya Utama, PT Sumber Kalimantan Abadi, PT Sakura, dan PT Ocean Paradise. Pangsa pasarnya adalah Jepang, Tiongkok, Inggris, Singapura, dan Malaysia.

Nursigit melanjutkan, sektor perikanan harus didorong terus. Sebab, bidang ini sudah menyumbangkan swasembada pangan sejak 20 tahun lalu. Kata dia, parameternya adalah angka konsumsi ikan Kaltim melebihi target nasional, yakni 46,41 kilogram per kapita per tahun dari target 43 kilogram per kapita per tahun.

Selain itu, potensi serapan tenaga kerja dari sektor ini juga cukup banyak. Dari penangkapan ikan saja mencapai 135 ribu orang. Sementara di bidang budidaya, mencapai 575 ribu orang. Sedangkan dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan mencapai sekitar 12 ribu orang.

Di Kaltim, ada beberapa Pusat Pendaratan Ikan (PPI). Antara lain, PPI Senaken di Paser, PPI Api-Api di PPU, PPI Manggar Baru di Balikpapan, PPI Kenyamukan di Sangatta, PPI Tanjung Limau di Bontang, PPI Semangkok di Kukar, PPI Selili di Samarinda, dan PPI Sambaliung di Berau.

Untuk itu, target tangkapan dan budidaya ikan akan lebih dimaksimalkan. “Target tangkapan ikan tahun ini 163 ribu ton. Untuk budidaya 257 ribu ton,” ujar dia.

Sumber : http://kaltim.prokal.co/read/news/293588-ekspor-perikanan-ditarget-usd-2922-juta.html