Tahun ini, tepatnya 8 Agustus nanti, ASEAN akan memasuki usia yang ke-50 tahun. Berbagai kegiatan pun sudah dipersiapkan untuk menyambut hajatan besar asosiasi Asia Tenggara ini. Demi memasyarakatkan ASEAN, tahun ini asosiasi yang memiliki 10 negara anggota tersebut akan menyasarkan target kepada anak-anak muda Asia Tenggara.

“Karena generasi muda saat ini diharapkan lebih berkiprah di ASEAN dalam berbagai aspek. Diharapkan, mereka memberikan kontribusi, perdamaian dan toleransi,” kata Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Jose Tavares di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat 24 Februari 2017. “Selain bisa berkontribusi, anak-anak muda ini bisa menjajal pekerjaan di ASEAN dan juga bisa lebih tahu bagaimana politik dan ekonomi ASEAN,” lanjutnya.

Dalam usianya yang baru ini, masyarakat Indonesia, khususnya, harus mau untuk mengetahui apa itu dan bagaimana kerja ASEAN, terutama mengetahui apa itu Masyarakat Ekonomi ASEAN. Program sosialisasi mengenai ASEAN ini harus dirancang secara rapi agar masyarakat pun mengerti jelas. Pasalnya, ASEAN adalah asosiasi terbesar ke-6 di dunia internasional yang selalu memberikan kontribusi di lingkungan global.

“Contohnya, ada lomba esai tentang ASEAN yang nanti pemenangnya akan menjadi Duta ASEAN. Nah diharapkan anak ini nanti akan menyebarkan kepada masyarakat tentang pentingnya ASEAN,” ungkap mantan duta besar RI di Selandia Baru ini.

Banyak yang menilai, relevansi ASEAN terhadap ekonomi rakyat Indonesia masih relatif kecil. Seharusnya, pembentukan dan pembesaran ASEAN langsung dari pemerintah atas. Sejauh ini, peran pemerintah cukuplah besar di mana khususnya Indonesia yang selalu menomorsatukan perdamaian dan kestabilan kawasan ASEAN serta di antara kesepuluh negara anggotanya.