Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi akan menghadiri pertemuan ASEAN Foreign Minister Meeting Retreat yang akan dilaksanakan pada 20-21 Februari 2017 di Boracay, Filipina. Dalam pertemuan antar-Menteri Luar Negeri se-Asia Tenggara itu, Retno menekankan pentingnya ASEAN memberikan hasil konkret bagi masyarakat. Selain itu, ASEAN juga harus terus meningkatkan persatuan dan sentralitas kawasan dalam menghadapi tantangan.

“Indonesia mendukung Filipina sebagai Ketua ASEAN beserta program-program prioritasnya. Beberapa isu yang menjadi perhatian Indonesia antara lain mengenai keamanan maritim, peningkatan kerja sama ekonomi ASEAN, termasuk peran usaha kecil dan menengah (UKM), serta perlindungan pekerja migran ASEAN,” kata Retno, melalui keterangan tertulisnya, Senin, 20 Februari 2017.

Sebagai Ketua ASEAN, Filipina menetapkan enam prioritas yang akan menjadi perhatian kawasan selama kepemimpinan mereka. Keenamnya adalah ASEAN yang berorientasi kepada masyarakat, perdamaian dan stabilitas di kawasan, kerja sama dan keamanan maritim, pertumbuhan yang inovatif dan inklusif, ASEAN yang tangguh, serta ASEAN yang menjadi model bagi regionalisme.

Sementara, Duta Besar Filipina untuk ASEAN, Elizabeth Buensuceso, mengungkapkan pihaknya ingin membawa ASEAN memiliki perhatian khusus untuk kesejahteraan masyarakat terkait hak asasi manusia, perbedaan kebudayaan, perhatian terhadap generasi muda, perhatian kepada kaum difabel, pekerja migran, serta memberdayakan peran perempuan di berbagai bidang. Ia juga mengatakan, dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan, Filipina berfokus untuk melawan kekerasan ekstremisme, mengedepankan perdamaian, dan rekonsiliasi, membentuk mekanisme penyelesaian sengketa, serta mencegah penggunaan dan penyebaran narkoba.

Sumber : http://dunia.news.viva.co.id/news/read/885292-ri-dorong-peningkatan-peran-ukm-di-asean