Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap Tanjung Priok dapat menjadi Transhipment terkemuka di Asia Tenggara (ASEAN).

Konsep Transhipment Port atau proses pemindahan muatan dari satu kapal ke kapal lainnya yang dilakukan di tengah laut ini sempat menjadi polemik.

“ Saya mau dorong Pelindo II sebagai hub untuk meningkatkan kapasitas dari 6 juta [peti kemas] menjadi 10 juta,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Jumat 20 Januari 2016.

Selain itu juga perlu didorong integrasi kapal RORO untuk membantu pengiriman logistik beberapa daerah terbaik dari dan ke Tanjung Priok. Lebih lanjut, konsep ini akan mendukung segmen Tol Laut sekitar Jawa.

“ Pengiriman via laut dengan kapal RORO dari Panjang (Lampung), Semarang, Surabaya, Bali dan Lombok lebih murah daripada via darat,” katanya.

Dengan konsep Transhipment Port tersebut maka Pelabuhan Tanjung Priok akan menjadi pintu masuk impor dan ekspor. Menurut data The National Maritim Institute, saat ini Tanjung Priok sudah mampu melayani 70 persen ekspor dan 60 persen impor.

Konsep Transhipment ini diharapkan dapat memotong jalur ekspor dan impor, yang selama ini harus melalui Singapura atau Malaysia. Pengiriman dapat dilakukan langsung dari Priok ke negara tujuan asal.

Sehingga produk-produk dari daerah seperti Panjang, Semarang, Surabaya, Bali, dan Lombok akan dikirimkan menggunakan kapal RORO ke Priok untuk kemudian langsung diekspor.

Hal yang sama juga berlaku untuk impor barang. Barang impor akan dikapalkan dari negara asal ke Tanjung Priok dan kemudian akan dikirimkan ke pelabuhan tujuan dengan menggunakan kapal RORO.

Integrasi tersebut tidak hanya mampu meningkatkan volume di Tanjung Priok tetapi juga akan menggairahkan shipping domestik dari dan ke Tanjung Priok.

“ Konsolidasi dengan Kapal RORO dapat menumbuhkan volume Priok sekitar 50 persen per tahun. Jika hal ini dijalankan, Priok bisa menjadi Transhipment terkemuka di Asia Tenggara,” katanya.

Konsep Transhipment tersebut merupakan bagian terintegrasi dari Tol Laut yang dicanangkan Presiden Jokowi pada masa kampanyenya. Tol laut segmen sekitar Jawa diwujudkan dengan mengoperasikan kapal RORO untuk berkeliling dari pelabuhan di Lampung-Jakarta-Semarang-Surabaya-Bali-Lombok.

Upaya tersebut juga untuk meningkatkan volume perdagangan dari dan ke kota-kota tersebut. Ditambah dengan konsep transhipment, Tol Laut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi baik melalui perdagangan domestik maupun impor dan ekspor.

Sumber : http://www.dream.co.id/dinar/tanjung-priok-ditargetkan-jadi-pelabuhan-nomor-satu-di-asean-170121m.html