Indonesia mendukung diadakannya ASEAN-Italy Bussiness Summit yang sedianya akan digelar di Tanah Air. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, AM Fachir saat menerima kedatangan Wamenlu Italia, Benedetto Della Vedova.
“Di courtesy call ini jadi enggak membicarakan spesifik, tapi kita mendukung akan digelarnya ASEAN-Italy Bussiness Summit di Indonesia,” ucap Wamenlu Fachir di Kementerian Luar Negeri RI, Jalan Pejambon, Jakarta, Kamis (19/1/2017).
“Summit ini nanti untuk pertemuan para pengusaha Italia dengan pengusaha-pengusaha negara anggota ASEAN. Pas sekali dilaksanakan di Indonesia karena headquarter-nya kan juga di sini,” lanjutnya.
Beberapa rekomendasi juga ditindaklanjuti oleh kedua Wamenlu ini atas apa yang sudah pernah dibicarakan Presiden Joko Widodo dan Presiden Italia, Sergio Mattarella saat berkunjung ke Indonesia pada 2015.
“Soal energi, saya bilang tak hanya berfokus pada biothermal saja. Agrikultural karena di sana ada FAO, ya peluang kita cukup besar untuk kerja sama. Itu antara lain yang kita bahas disamping Pak Presiden juga pernah bertemu PM Italia di G20 tahun lalu,” tutur Wamenlu Fachir.
Dalam pertemuan ini, mereka berdua juga banyak menyinggung soal ekonomi kreatif. Wamenlu Fachir menyebut bahwa fesyen adalah sektor yang cocok untuk dijadikan bidang kerja sama dua negara.
“Kami juga mendiskusikan tentang kerja sama ekonomi dan mendiskusikan isu interfaith dialog terkait situasi dunia internasional saat ini dan apa yang terjadi di berbagai negara,” ucapnya lagi.
Senada dengan Wamenlu Fachir, Wamenlu Italia, Benedetto Della Vedova juga berharap kerja sama terus meningkat antara Italia dan Indonesia. Tak hanya itu, ia pun berharap agar Jokowi melakukan kunjungan ke Italia di tahun ini.
“Kami juga membicarakan kerja sama di bidang infrastruktur. Kami ingin perusahaan kami dan perusahaan Indonesia bekerja sama dan berkontribusi bersama,” ungkapnya.
Ia mengaku, Italia mempunyai banyak perusahaan kecil dan menengah dengan teknologi yang mumpuni. Di sini, lanjutnya, bisa digunakan untuk berkontribusi di bidang infrastruktur Indonesia.
“Jadi, kami membuka selebar-lebarnya kesempatan untuk bekerja sama dengan Indonesia, terutama di bidang ini,” pungkasnya.