Norwegia dan Denmark menjajaki peluang investasi di sektor perikanan dan kelautan di Indonesia. Hal itu terungkap dalam acara Konferensi Inovasi Maritim oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Kementerian Perhubungan,

Kedutaan Besar Denmark, dan Kedutaan Besar Norwegia di Indonesia. Hadir Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Duta Besar Denmark Casper Klynge, dan Duta Besar Norwegia Stig Traavik.

Duta Besar Klynge mengatakan, dalam acara tersebut, hadir 33 delegasi bisnis bersama dari Norwegia dan Denmark yang ingin mencari dan mengeksplorasi peluang bisnis di Indonesia.

“Ini menunjukkan minat perusahaan-perusahaan asal Norwegia dan Denmark, mencari peluang bersama Indonesia. Menurut saya, ini bukan kegiatan yang hanya berlangsung sekali, tapi akan banyak lagi setelah ini. Ini adalah kegiatan bersama di sektor kemaritiman oleh Norwegia, Denmark, dan Indonesia. Yang menunjukkan bagaimana pentingnya kerjasama kita di sektor kemaritiman. Jadi, akan lebih banyak kerjasama antara sektor bisnis, antara pemerintah, untuk memajukan Indonesia sebagai negara maritim. Baik itu di bidang kemaritiman, perikanan, konektivitas, pengelolaan pelabuhan, maupun isu pertahanan,” kata Klynge

Sementara itu, Duta Besar Traavik, delegasi bisnis yang melakukan penjajakan tersebut, sebagian telah berada di Indonesia. Traavik mengatakan, pihaknya menyadari kebijakan pemerintah yang tidak akan membuka modal asing masuk ke sub sektor perikanan tangkap.

“Kebijakan pemerintah Indonesia sudah jelas. Karena itu, perusahaan-perusahaan yang menjajaki peluang bisnis di sini fokus pada kerjasama inovasi dan teknologi, misalnya di bidang navigasi dan permesinan. Apalagi, perusahaan Indonesia menggunakan terlalu banyak bahan bakar. Akibatnya tidak kompetitif. Kami juga tentunya tidak akan masuk ke sektor padat karya. Dan yang jelas, perusahaan Norwegia di sektor ini adalah global leader. Mereka mencari peluang kerjasama bisnis, untuk menyediakan solusi agar bisa perusahaan Indonesia beroperasi lebih efisien, dengan peralatan dan dan teknologi terbaik,” kata Traavik.

Di sisi lain, Traavik menambahkan, Indonesia telah mengabaikan potensi sumber daya lautnya. Akibatnya, kata dia, meski kaya sumber daya perikanan, Indonesia justru mengimpor daging.

“Pertemuan ini menciptakan kondisi untuk kerja sama bisnis ke depan. Saya, seperti Denmark tidak menentukan target tertentu. Yang jelas, Indonesia dalam 20-an tahun terakhir telah mengabaikan laut. Sekarang, Indonesia kembali memperhatikan laut dan mencari bagaimana menciptakan nilai tambah dari laut. Jadi, dengan dimulainya kerjasama seperti ini, saya tidak akan terkejut, jika jumlah perusahaan dan nilai yang kita bisa lakukan bisa bertambah dua kali lipat dalam 4-5 tahun ke depan. Hanya masalah menciptakan hubungan,” kata Traavik.

Sementara itu, Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti mengajak, Norwegia dan Denmark ikut berinvestasi dalam proyek pembangunan 24 pelabuhan di Indonesia.

“Jangan cuma Tiongkok (yang masuk berinvestasi). Apalagi, dengan sejarah Anda yang terkenal dengan kehebatan Viking-nya. Saya mengajak supaya ikut membangun pelabuhan perikanan terintegrasi. Sebelumnya, Blackspace dari Rusia sudah masuk (berinvestasi). Dengan Norwegia dan Denmark, kita bisa mengembangkan sektor kelautan dan perikanan Indonesia dengan lebih baik. Visi Pemerintah Indonesia dalam menjadikan Indonesia sebagai negara maritim pun akan terwujud,” kata Susi.

Dalam acara tersebut, dilakukan penandatanganan kerjasama antara KKP dengan Kementerian Perhubungan sebagai upaya pemberantasan pencurian ikan yang ditempuh melalui program Penguatan Armada Kapal Perikanan Nasional. Yakni, kerjasama optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi para pihak, untuk aksesibilitas percepatan pelayanan pengukuran ulang kapal penangkap ikan. Seperti, eks cantrang, dan pelayanan perizinan terpadu.

“Sebagai tindak lanjut penandatanganan kerja sama ini , akan dibuat Surat Keputusan Bersama Menteri Kelautan dan Perikanan dan Menteri Perhubungan Tentang Pembentukan Sistem Administrasi Manungggal Satu Atap Di Bidang Perikanan (SAMSAT Perikanan),” kata Susi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengharapkan, kerjasama tersebut dapat mewujudkan sistem baru dalam transportasi di Indonesia. Khususnya, dalam sektor kelautan dan perikanan.

“Di sini ada Norwegia dan Denmark. Kita berharap Indonesia dapat berkembang dalam bidang kemaritiman layaknya dua negara ini. Nantinya kita akan hadirkan sistem baru dalam bidang transportasi di Indonesia. Untuk itu, kita harus bekerja sama dalam mewujudkannya,” kata Budi.

Sumber: http://www.beritasatu.com/ekonomi/401753-norwegiadenmark-jajaki-kerja-sama-bisnis-kelautan-dan-perikanan-di-indonesia.html