Produk Perikanan kembali meraih penghargaan Herudi Technical Committee Award Tahun 2016. Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi kepada Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan. “Ini kali ketiganya kami mendapatkan penghargaan dimana pada tahun 2015 dan 2013 kami mendapatkan pengharggan. Dan pada tahun 2012 Komite Tekhnis 65-05 : produk perikanan masuk sebagai nominasi 5 besar,” kata Nilanto Perbowo, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), dalam keterangannya, di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Dan menurut Nilanto, pengharagaan yang kami raih bentuk komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam perumusan standar produk perikanan untuk meningkatkan daya saing dengan memenuhi tuntutan persyaratan pasar yang persaingannya semakin ketat, dan keharusan untuk perlindungan terhadap kesehatan dan keamanan konsumen baik dalam negeri dan luar negeri.

Lebih jauh Nilanto, menyebutkan, selain Penghargaan Herudi Technical Committee Award diserahkan pula penghargaan SNI Award 2016 kepada organisasi atau pelaku usaha penerap SNI. SNI Award . dan keberhasilan Produk Perikanan menunjukkan komitmen KKP untuk membina Unit Pengolahan Ikan skala mikro kecil, menengah dan besar dalam menerapkan standar di unit pengolahan ikannya untuk menjaga mutu dan keamanan produk perikanan.

“Penghargan ini merupakan suatu upaya mendorong peningkatan penerapan SNI oleh pelaku usaha sehingga diharapkan produsen, konsumen dan masyarakat umum semakin menghargai aspek mutu, dan memahami perlunya berpartisipasi aktif dalam pengembangan dan penggunaan SNI sebagai referensi penyediaan dan permintaan pasar,” ujar Nilanto.

Menurut Nilanto, penerapan standar merupakan hal yang tidak bisa ditawar oleh para pelaku usaha apabila menginginkan produknya tetap berkembang serta mampu berkompetisi dalam era perdagangan bebas saat ini. SNI menjadi salah satu unsur penting dalam pengawasan mutu produk perikanan serta membangun inovasi dan kreatifitas pelaku usaha pengolahan perikanan. “Produk perikanan yang telah memenuhi SNI akan memiliki keuntungan bagi produsen, pengguna serta konsumen. Bagi produsen, penerapan SNI akan membuat kepastian batas atau persyaratan yang diterima pasar, mendorong produsen untuk menyesuaikan kualitas produknya dengan standar konsumen,” ucapnya.

Ke depan, akan tetap konsisten melakukan pembinaan secara intensif terutama dalam rangka pemenuhan produk hasil perikanan terhadap standar baik melalui SNI dan juga Sertifikat Kelayakan Pengolahan. SNI yang dirumuskan Komite Teknis 65-05 adalah SNI yang harus bisa diterapkan oleh pelaku usaha (applicable) dan tidak memberatkan, harus sesuai dengan kebutuhan pasar dan tentu saja harus harmonis dengan standar Internasional. Untuk itu, pembinaan kepada pelaku usaha perikanan utamanya UMKM terus dilakukan agar dapat menerapkan standar dengan mendorong UMKM untuk konsisten menjaga kualitas produk perikanan yang dipasarkannya sehingga mutu dan proses produksinya terjamin, dikemas secara aman untuk melindung produk dari kontaminasi, tampilan menarik, serta dapat menampilkan logo tanda SNI dalam kemasan produknya.

Kemudian produk perikanan diproduksi secara efisien sehingga mendapatkan kepercayaan konsumen. Dengan terus menjaga loyalitas konsumen akan produk yang bermutu dan terjamin aman, maka pelaku usaha khususnya UMKM perikanan akan tetap optimis bisa bersaing di pasar global dan bersaing dengan produk-produk perikanan yang masuk dan membanjiri pasar Indonesia. SNI memang digunakan untuk memproteksi dari produk-produk perikanan yang tidak bermutu, baik dari produk dalam negeri ataupun produk impor.

Herudi Technical Committee Award adalah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada Komite Teknis yang memiliki kinerja terbaik dalam perumusan SNI. Penilaian berdasarkan pada hasil evaluasi dalam pemenuhannya terhadap pengelolaan Komite Teknis Perumusan SNI. Komite Teknis 65-05: Produk Perikanan adalah komite yang berada di Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan beranggotakan wakil dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, pelaku usaha/asosiasi bidang pengolahan ikan, pakar dan/atau akademisi serta perwakilan konsumen yang bertugas untuk menyusun standar produk perikanan dan melakukan pemeliharaan SNI. Pengharggan itu didapatkan pada acara Puncak Bulan Mutu Nasional, bertempat di Badan Standardisasi Nasional. pada 16 November 2016.

Sumber: http://www.neraca.co.id/article/77528/produk-perikanan-kembali-raih-penghargaan-herudi-technical-committee-award-2016