Sampai saat ini baru 1.745 nelayan yang ikut asuransi nelayan program asuransi nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Dengan permintaan nelayan yang diajukan Pemprov Bali 13.881, maka masih ada jatah 12.136 bagi nelayan Bali untuk mengakses asuransi tersebut.

Kepala Cabang Jasindo Denpasar, Nyoman Yuda Palguna menjelaskan, pihaknya sudah mensosialisasikan kepada kelompok nelayan di seluruh Bali.

Seharusnya antusiasme nelayan tinggi terkait asuransi nelayan, ini karena asuransi ini gratis dan klaimnya juga sangat besar.

“Ini benefit-nya banyak, apalagi ini gratis kepada nelayan. Klaimnya bisa diambil dari dia ikut sampai satu tahun ke depan, ini peluang bagus bagi nelayan di Bali,” jelasnya, Senin (31/10/2016).

Kuota yang disiapkan untuk nelayan Bali sebenarnya 25.000 nelayan, tetapi yang diajukan Pemprov Bali 13.881 nelayan.

Ini melihat pada nelayan Bali yang memiliki kartu nelayan.

Menurutnya, keputusan dapat atau tidaknya nelayan terkait asuransi ini diputuskan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Pengajuannya dari Dinas Perikanan Kab/kota ke Dinas Provinsi ke KKP dari KKP pusat ke Jasindo. Verifikasi dinas setempat yang melakukan setelah itu datanya baru dikirim ke Jasindo,” jelasnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bali, Made Gunaja menjelaskan, dalam program ini, nelayan tidak perlu keluar uang karena premi ditanggung pemerintah.

Ia mengajak kalangan nelayan memanfaatkan asuransi gatis ini karena tanpa dibebani pembayaran premi, para nelayan akan memetik banyak manfaat jika sudah ter-cover program ini.

“Manakala nelayan mengalami kecelakaan kerja hingga mengakibatkan cacat fisik, saat dalam aktifitasnya sebagai nelayan dapat Rp 160 juta. Kalau mengalami kecelakaan kerja di luar aktifitasnya Rp 100 juta.  Jika sampai meninggal, ahli warisnya memperoleh Rp 200 juta. Saat jatuh sakit juga nelayan juga berhak memperoleh biaya pengobatan Rp 20 juta,” jelasnya.

Ada caranya untuk memperoleh pertanggungan asuransi.

Di antaranya para nelayan segera mengurus kartu nelayan dan melampirkan fotocopy Kartu Keluarga (KK), dan fotocopy buku Tabungan juga melampirkan ahli waris.

“Secara pokok harus punya kartu nelayan, selain itu usianya paling tinggi 65 tahun,” jelasnya

Sumber: http://bali.tribunnews.com/2016/11/05/nelayan-di-bali-dapat-jatah-asuransi-gratis-loh-segera-daftar