Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara berencana diubah jadi pusat perikanan nasional atau National Fishery Center (NFC).

Rencana tersebut merupakan usulan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama dengan Perum Perikanan Indonesia (Perindo).

Rencananya, kawasan pelabuhan tersebut bakal dirombak secara besar-besaran dan dilakukan sejumlah pembangunan yang lebih modern, seperti pembuatan wholesale market untuk industri dan masyarakat, serta pembuatan TPI yang modern, dan berbagai fasilitas lainnya.

Jika dilihat dari rencana pembangunan besar-besaran tersebut, sebenarnya berapa biaya yang dibutuhkan demi membuat Muara Baru menjadi NFC?

Menurut Kepala Pelabuhan Muara Baru, Irawan Rahman, dana yang dikucurkan untuk melancarkan pembangunan tersebut maka diperkirakan menggunakan sekitar Rp 300 miliar.

“Anggaran dari Direktorat Jendral Perikanan Tangkap (DJPT), memberikan porsi sekitar Rp 128 miliar,” ungkap Irawan kepada detikFinance, di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Rabu (2/11/2016).

Sementara, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) juga bakal membangun wholesale market untuk masyarakat dengan biaya Rp 162 miliar,” sambung Irawan.

Jumlah tersebut adalah rincian dari pembuatan:
– 1 unit TPI sebesar Rp 68 miliar.
– 2 unit pembuatan Ice Flake Maker (IFM) dengan kapasitas 10 ton sebanyak Rp 4.8 miliar.
– 4 unit pembuatan Ice Flake Maker (IFM) dengan kapasitas 1,5 ton sebanyak Rp 2,5 miliar.
– 4 unit fasilitas kendaraan roda enam sebanyak Rp 2 miliar
– 300 unit Shelter Rp 1,5 miliar
– Pasar Bersih untuk masyarakat (seperti Tsukiji di Jepang) Rp 162 miliar
– Wholesale (seperti Tsukiji untuk Industri) Rp 50 miliar.

Sumber: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3336055/butuh-rp-296-miliar-rombak-muara-baru-jadi-mirip-tsukiji-market