Tingginya curah hujan rupanya tidak membuat kinerja industri perikanan ikut menurun. Terlihat dari kinerja penjualan kuartal III-2016 PT Dua Putra Utama Makmur Tbk yang naik sebesar 33,5% menjadi Rp 650 miliar dari Rp 487 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Perusahaan berkode saham DPUM mencatat, kontribusi penjualan terbesar berasal dari penjualan ikan-ikanan (ikan, baby octopus, sotong, dan cumi) yang sebesar 84,13%, dan sisanya kontribusi penjualan udang yang sebesar 15,87%.

Tumbuhnya penjualan ini mengerek laba kotor perusahaan sebesar 45,7% menjadi Rp 161 miliar dari Rp 110 miliar. Sedangkan laba tahun berjalan naik sekitar 38,7% menjadi Rp 82 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 59 miliar.

Indra Afriadi Direktur Keuangan Perusahaan menjelaskan pertumbuhan penjualan tersebut didorong dari meningkatnya penjualan perikanan setiap produk perikanan seperi ikan, udang, cumi, dan cuttlefish (sotong) dan makin luasnya pasar yang dituju oleh perusahaan.

” Dipengaruhi juga dengan pangsa pasar baik domestik maupun ekspor yang semakin luas,” katanya, Rabu (2/11).

Asal tahu saja, perusahaan berkode saham DPUM ini tengah menjajal sejumlah pasar baru seperti Amerika Serikat, India, dan Bahrain. Sebelumnya, perusahaan sudah banyak memasarkan hasil produk perikanannya di China, Jepang, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, dan dan negara lainnya.

Indra mengaku pencapaian penjualan ini sudah sekitar 70% dari total target penjualan sepanjang tahun 2016 yang sebesar Rp 1 triliun.

Untuk mengejar target penjualan tersebut, di penghujung tahun ini perusahaan bakal fokus untuk memenuhi permintaan seluruh buyer di negara baru ataupun dinegara lama. Karena, rata-rata ditahun ini permintaan buyer meningkat. Sayangnya, Indra enggan membeberkan nilai peningkatan permintaan tersebut.

Lainnya, perusahaan juga terus menambah varian produk baru. Ditahun sepanjang tahun ini perusahaan telah mengeluarkan lima varian baru beberapa diantaranya, nobashi, breaded shrimp, cooked shrimp, cuttlefish, dan fillet fish. Jadi, total jumlah varian produk perusahaana sebanyak 10 macam.

Imelda mengaku, tahun depan perusahaan bakal kembali rajin mengeluarkan varian produk baru untuk menggenjot penjualan perusahaan serta memberikan pilihan bagi konsumen. Bila tidak berubah akan ada tiga varian produk baru yang bakal dikeluarkan.

Asal tahu saja, tahun 2016 menjadi tahun yang cukup menggairahkan bagi perusahaan pasalnya, sejak awal tahun perusahaan banyak menambah Sumber Daya Manusia (SDM) baru, dari awalnya hanya 880 orang sekarang menjadi 1.700 orang karyawan.

Peningkatan jumlah karyawan ini dilakukan seiring, mulai dijalankan pabrik pengolahan ikan secara yang berlokasi di Pati, Jawa Tengah. Pabrik tersebut berkapasitas penyimpanan 21.000 ton. Awalnya, pabrik tersebut hanya berkapasitas 4.000 ton.

Dengan penambahan kapasitas ini, perusahaan dapat memenuhi peningkatan permintaan pasar baik dalam maupun luar negeri.

Faktor cuaca yang tidak menentu rupanya tidak membuat perusahaan kekurangan bahan baku. Karena, perusahaan banyak menjalin kerjasama dengan nelayan ataupun petambak udang dibanyak wilayah seperti, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera, dan lainnya.

“Jadi kalau ada bencana atau penyakit di Jatim kami dapat mencari udang di Sumatera kalau ikan dapat mencari dibanyak lokasi,” tambahnya.

Meski begitu, perusahaan juga menghadapi kendala untuk meningkatkan kinerja yaitu keterampilan karyawan. Karena, perusahaan perlu melakukan pelatihan bagi karyawan baru dan hal tersebut membutuhkan waktu dan proses.

Sumber: http://industri.kontan.co.id/news/penjualan-ikan-dua-putra-utama-kian-lincah