Hubungan emosional antara Kabupaten Malang dan Rusia terus membaik. Pasca Kabupaten Malang mengikuti Festival Indonesia di Moskow pada akhir Agustus 2016 lalu, banyak pengusaha Rusia yang tertarik masuk ke kabupaten yang memiliki 33 kecamatan.

Setelah pengusaha Olga Bagryantseva datang langsung ke Malang untuk melihat potensi kopi, teh, cokelat, cengkeh, buah-buahan, furniture, dan produk makanan olahan, kini pengusaha perikanan yang bakal masuk ke Malang. Pengusaha perikanan asal Beruang Merah tersebut akan menggarap cold storage (kulkas raksasa) di Pelabuhan Sendangbiru.

Pelabuhan yang ada di Sumbermanjing Wetan tetsebut, selama ini merupakan penghasil ikan tuna terbesar dengan kualitas terbaik di Indonesia.

Potensi inilah yang kemudian membuat pengusaha Rusia sangat tertarik untuk mengembangkan bidang perikanan di Kabupaten Malang.

Pengusaha Rusia di bawah bendera Blackspace melakukan kerja sama dengan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) menggarap Sendangbiru. Mereka membangun unit pengolahan ikan (UPI).

Selain Sendangbiru, ada tiga lokasi lainnya di Indonesia yang juga bakal dibangun investor Rusia. Yaitu Lampulo di Aceh, Prigen di Pasuruan, dan Untia di Makassar.

“Untuk tahap awal, tahun ini mereka pilih empat lokasi untuk dibangun. Utamanya lokasi yang dipilih, yang belum tergarap potensinya,” ujar Direktur Utama Perindo Syahril Japarin, Senin (31/10/2016) lalu.

Syahril mengatakan, saat ini proses kerja sama tinggal menunggu pembentukan perusahaan join venture. Jika telah selesai, maka kerja sama ini bisa segera direalisasikan.

Seluruh pembiayaan pembangunan UPI tersebut akan berasal dari perusahaan asal Rusia tersebut. Kerja sama investasi bernilai Rp 200 miliar ini untuk membangun UPI dilengkapi dengan cold storage berkapasitas 300-500 ton. Untuk 4 lokasi UPI ini nilai investasinya sekitar Rp 200 miliar.

Sumber: http://www.jatimtimes.com/baca/148311/20161101/111107/-perusahaan-rusia-masuk-sendangbiru-nelayan-malang-bakal-makmur-/