Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan angka produksi perikanan hasil budidaya mampu menembus angka 16 juta ton hingga akhir tahun ini. Padahal pada semester pertama 2016, produksi hanya menyentuh angka 7 juta ton saja.

Direktur Jenderal Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP Slamet Soebjakto mengaku optimistis, masih bisa memenuhi target tersebut sampai akhir tahun.

“Banyak program prioritas kita yang hampir semuanya terealisasi. Kami akan dorong dari sektor budidaya kerang, banyak yang minat, apalagi kerang tahan dalam kondisi apapun,” kata Slamet di Kompleks Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa (1/11).

Slamet mengatakan, angka serapan anggaran Direktorat Jendral Perikanan Budidaya KKP hingga Oktober ini mencapai angka 45 persen dari total anggaran yang belum dihitung, sedangkan jika total anggaran itu telah dipotong maka jumlahnya bisa mencapai 60 persen dari total anggaran Rp993 miliar.

“Makanya kami optimis, akhir November (serapan anggaran) bisa mencapai 90 persen, kan banyak yang tinggal (melakukan) bayar saja, jadi akhir tahun bisa realisasi 100 persen,” kata dia

Adapun, beberapa kegiatan prioritas di tahun 2016 ini menurut Slamet yaitu, program bantuan 100 juta benih ikan, dan sudah terealisasikan sebabyak 153 juta benih. Yang berarti program tersebut setingkat lebih maju dari prioritas utama.

Bantuan 185 kultur jaringan kebun bibit rumput laut. Pakan mandiri sebanyak 84 paket di 15 provinsi dan 32 kabupaten/kota. Bantuan 715 paket bantuan sarana dan pra sarana budidaya, bantuan 402 paket sarana produksi, bantuan 26 paket budidaya ikan lele jenis bioflok.

Bantuan 888 paket budidaya laut, bantuan 100 paket mina padi di sembilan provinsi, dan yang terakhir bantuan 39 unit ekskavator.

“Dari kegiatan itu semua ada yang sudah jalan 100 persen bahkan ada yang lebih, atau sedikit lagi mencapai 100 persen, akhir November sudah bisa yah (100) persen,” katanya.

Target 2017

KKP sendiri telah menargetkan angka produksi budidaya perikanan dan kelautan pada 2017 mendatang bisa mencapai angka 22,46 juta ton.

“Produksi tahun depan diperkirakan naik, pemasok terbesar ada di sektor rumput laut, bisa menyumbang hingga 12 juta ton,” kata Slamet.

Angka itu, menurut Slamet lebih besar 6 juta ton dari target besaran tahun ini yang hanya mencapai 16 juta ton. Namun, Slamet mengaku optimis target tersebut bisa terealisasikan dengan beberapa program prioritas baru yang akan dilaksanakan tahun depan.

Diantaranya, revitalisasi 250 paket Keramba Jaring Apung (KJA), serta program budidaya ikan lepas pantai (offshore) di tiga lokasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT).

“22 juta ton itu bisa, kita punya program prioritas baru, jadi tahun depan kita bisa capai 22 juta ton,” kata dia.

Untuk diketahui, 2017 mendatang Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp1,8 Triliun. Anggaran ini nantinya akan digunakan untuk program yang bisa menndorong peningkatan produksi di sektor itu.

Sumber: http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20161101194958-92-169472/pemerintah-optimistis-capai-target-budidaya-perikanan/