Pencegahan importasi dan eksportasi produk perikanan illegal makin gencar. Seperti dua perkara yang berhasil ditangani Bea Cukai Soekarno Hatta yakni penyelundupan baby lobster dari Malang berkat kerjasama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Bea Cukai dan Kepolisian RI.

“Dua penumpang ex transit Malang menuju Singapura membawa empat tas dan dua koper, kemudian petugas melakukan scanning x-ray terhadap tas dan koper tersebut. Setelah dilakukan pencacahan oleh petugas Bea Cukai Soekarno Hatta, diperoleh 53.200 baby lobster yang disembunyikan dalam empat tas dan 25.800 baby lobster di dalam dua koper, dengan total keseluruhan 79.000 ekor baby lobster,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (26/10/2016).

Ia menuturkan, pada 26 September 2016, Bea Cukai Soekarno Hatta mendapat informasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan bahwa akan ada penyelundupan baby lobster yang berasal dari Malang. Atas informasi tersebut, Bea Cukai Soekarno Hatta melakukan pemantauan terhadap penumpang transit dari Malang. “Modus pengemasan baby lobster selundupan ini tergolong baru karena menggunakan busa basah,” ungkap Sri Mulyani.

Hanya berselang sehari, pada 27 September 2016 petugas Bea Cukai Soekarno Hatta kembali berhasil melakukan pencegahan usaha penyelundupan baby lobster. Penegahan dilakukan terhadap seorang penumpang salah satu maskapai tujuan Singapura. “Pencegahan ini merupakan pengembangan kasus pada 26 September 2016 dengan menggunakan Passenger Analyzing Unit,” ujar Sri Mulyani.

Tersangka diamankan oleh petugas untuk dilakukan pemeriksaan mendalam. Petugas mendapati handphone milik tersangka dan ditemukan kiriman gambar berupa claim tag maskapai penerbangan dan nomor kontak dari negara Singapura.

Petugas juga melakukan pemeriksaan pada bagasi dan ditemukan 4 koper yang sesuai dengan claim tag tersebut. Untuk memastikan isi dalam koper-koper tersebut petugas melakukan scan x-ray.

“Hasilnya didapati di dalam empat koper terdapat 51.600 ekor baby lobster,” ungkap Sri Mulyani. Selanjutnya, petugas Bea Cukai menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Bareskrim Kepolisian Republik Indonesia untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan data hasil penindakan Bea Cukai secara nasional menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah penindakan kasus penyelundupan baby lobster, di mana pada tahun 2015 terdapat 7 kasus, dan meningkat di 2016 sebanyak 9 kasus. Lokasi penindakan terdapat di beberapa Kantor Bea Cukai yaitu Soekarno Hatta, Batam, Mataram, Ngurah Rai, Juanda, Bandung, dan Tanjung Emas.

Sementara itu Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengungkapkan langkah Bea Cukai bekerja sama dengan Polri dan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam melakukan penegahan terhadap upaya penyelundupan baby lobster ini merupakan salah satu bentuk sinergi yang positif untuk melindungi kekayaan laut Indonesia,” pungkas Heru.

Sumber: http://nasional.inilah.com/read/detail/2334421/petugas-cegah-penyelundupan-130600-baby-lobster