PT Sumber Kurnia Laut (SKL) Kota Palopo telah berhasil mengekspor udang vaname sebanyak 40 ton. Produksi udang vaname di Kota Palopo selama tiga bulan terus meningkat.

Pemimpin Pusat PT Sumber Kurnia Laut, Bambang Julianto mengatakan dalam kurung waktu selama membuka anak cabang di Kota Palopo. ”Sebagai penampung hasil produksi udang vaname di Wilayah Luwu Raya. Kita sudah mengekspor udang vaname selama dua kali selama satu bulan,” kata Bambang, Selasa 25 Oktober.

Bambang merincikan rata-rata satu kali pengiriman, berhasil mengirim 10 ton atau satu kontainer udang vaname. Udang tersebut dikirim ke beberapa negara seperti Vietnam dan China.

Sekali pengiriman 10 ton dari udang vaname, 60-70 persen berasal hasil petani tambak dari Luwu Utara yakni Malangke dan Luwu Timur Malili.

“Malam tadi (Senin malam), kami melakukan pengiriman keempat kalinya, rata-rata sekali pengiriman sebanyak 10 ton. Dan keseluruhan selama membuka pabrik di Palopo, mengirimkan 40 ton udang vaname,”ujar Bambang.

Udang vaname tidak langsung ke luar negeri tetapi transit di Makassar dan Surabaya. Pusat pabrik udang vaname miliki PT. SKL berada di Surabaya. Di Surabaya udang vaname dari Kota Palopo dikemas ulang sesuai dengan kemasan untuk tujuan International. Kemudian di ekspor ke luar negeri.

Awal mula PT. SKL membuka cabang baru di Kota Palopo karena melihat Kota Palopo secara geografis berada di central dari berbagai Kabupaten dan Provinsi lain. Berada di daerah pesisir juga sehingga potensi produksi petani udang sangat banyak.

Dan juga melihatnya dari potensi pabrik di Luwu Raya masih sangat minim, khususnya pabrik udang vaname saja belum ada. Melihat juga kedekatan dengan manajemen PT. SKL dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Palopo sangan erat,”tutup Bambang.

Sumber: http://sulsel.fajar.co.id/2016/10/26/ekspor-udang-vaname-tembus-40-ton/