Kemmasyarakat-ekonomi-asean-tantangan-indonesia-2015enterian Perindustrian menyatakan, ada tiga sektor industri agro yang diprioritaskan sebagai strategi ofensif dalam memanfaatkan peluang di era penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). “Tiga sektor tersebut ialah industri ikan dan produk olahan, industri makanan dan minuman, serta produk industri berbasis agro, yakni crude palm oil (CPO), karet dan kakao,” kata Faiz Achmad, Direktur Industri Minuman dan Tembakau Kemenperin, di Jakarta, Senin (28/12).

Faiz menilai, Indonesia cukup unggul dan memiliki daya saing yang cukup kuat untuk ketiga sektor tersebut, khususnya di antara negara Asean lainnya.

“Untuk sektor industri berbasis agro, khususnya untuk tiga komoditas yakni CPO, karet dan kakao, sudah sejalan dengan program penghiliran yang ditetapkan Kemenperin sejak masa jabatan Menteri Perindustrian sebelumnya yakni M.S Hidayat,” paparnya.

Bagi sektor ikan dan produk olahan, lanjut Faiz, Indonesia sebagai negara maritim dinilai memiliki potensi yang sangat besar untuk bersaing. “Dengan adanya program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang gencar membasmi ilegal fishing, membuat potensi kita lebih kuat,” ujarnya.

Faiz menambahkan, sektor industri makanan dan minuman (mamin) merupakan industri unggulan dengan tingginya pertumbuhan dan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Pelaku industri mamin pada
dasarnya tidak akan kesulitan untuk berekspansi ke pasar Asean. Setidaknya ada 50 jenis produk berdasarkan HS 6 digit yang akan dijadikan prioritas untuk menyasar pasar Asean, di antaranya seperti kopi, teh, olahan tembakau, ikan dan olahan, CPO dan turunannya, kopra, kakao dan karet serta turunannya,” jelasnya.