Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Agus Suherman, takjub saat menjajal kapal paralon PT Barokah Marine sekitar dua jam melaut, Sabtu (30/7/2016) siang.
Ombak yang terbilang cukup besar tersebut, tidak membuat penumpang di atas kapal ikut bergoyang karena bentuk dasar kapal yang datar.

“Stabilitas kapal ini oke, meski ombak besar tapi tetap tenang. Jadi cocok untuk perairan Indonesia,” kata Agus di Pekalongan.Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Agus Suherman, takjub saat menjajal kapal paralon PT Barokah Marine sekitar dua jam melaut, Sabtu (30/7/2016) siang.
Ombak yang terbilang cukup besar tersebut, tidak membuat penumpang di atas kapal ikut bergoyang karena bentuk dasar kapal yang datar.

“Stabilitas kapal ini oke, meski ombak besar tapi tetap tenang. Jadi cocok untuk perairan Indonesia,” kata Agus di Pekalongan.
Ditjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan mengapresiasi, dan akan terus mendorong selesainya semua tahapan persyaratan yang mesti ditempuh.
Agus juga mendukung kapal tersebut dapat diproduksi secara massal di Indonesia.

“Dalam perkembanganya nanti, langkah selanjutnya adalah skill up, peningkatan skala usaha yang artinya itu bisa diproduksi,” sambung Agus.
Pihaknya menyarankan kapal paralon yang saat ini disiapkan untuk kapal penangkap ikan dapat dimodifikasi untuk kapal pariwisata.

“Tidak hanya kapal ikan menurut saya, kapal pariwisata pun juga bisa menggunakannya,” jelas dia.
Ditjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan mengapresiasi, dan akan terus mendorong selesainya semua tahapan persyaratan yang mesti ditempuh. Agus juga mendukung kapal tersebut dapat diproduksi secara massal di Indonesia. “Dalam perkembanganya nanti, langkah selanjutnya adalah skill up, peningkatan skala usaha yang artinya itu bisa diproduksi,” sambung Agus.

Pihaknya menyarankan kapal paralon yang saat ini disiapkan untuk kapal penangkap ikan dapat dimodifikasi untuk kapal pariwisata. “Tidak hanya kapal ikan menurut saya, kapal pariwisata pun juga bisa menggunakannya,” jelas dia.

Sumber: http://www.tribunnews.com/regional/2016/07/31/kapal-paralon-pt-barokah-marine-bikin-takjub-kementerian-kelautan-dan-perikanan