Selain masih mengandung banyak potensi  untuk dieksplorasi, sektor perikanan laut di Indonesia menciptakan peluang untuk dimaksimalisasikan. Dalam catatan Organisasi Pangan Dunia (FAO), melalui lamannya FAO.org,  sektor perikanan menjadi penopang pemenuhan nutrisi tiga miliar manusia di dunia lantaran 20 persen asupan protein hewani berasal dari ikan.

Kemudian, mengerucut ke Indonesia, data FAO Report bertajuk The State of World Fisheries and Aquaculture 2014 menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia sekaligus menguasai lautan luas yang kaya ikan. Karena itulah, Indonesia sebagai salah satu produsen terbesar budidaya perikanan laut di dunia.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada kuartal III 2015, sektor perikanan Indonesia tumbuh 8,37 persen per tahun. Pada kuartal sama, angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Kemudian, pada Oktober setahun silam, ekspor Indonesia dari hasil perikanan tercatat sebesar  244,6 juta dollar AS.  Sedangkan, impor hanya mencapai 12,5 juta dollar AS. Maka dari itulah, terjadi  surplus perdagangan sebesar 232,04 juta dollar AS.

Produktivitas

Selanjutnya, catatan dari organisasi nirlaba yang bergerak di Indonesia di bidang pemberdayaan berbasis sosial-kewirausahaan bagi perempuan pesisir dan pemberdayaan berkelanjutan, Sahabat Pulau, menyadari bahwa sebagian besar nelayan di Indonesia masih menggunakan teknik tradisional serta peralatan kurang efisien. Maka itulah, peningkatan produktivitas perikanan laut di Indonesia merupakan upaya peningkatan kesejahteraan nelayan Indonesia.

Sebagai terobosan, kata pendiri sekaligus penasihat Sahabat Pulau, Hendriyadi Bahtiar, pihaknya mengembangkan Juku Tech yang menerapkan teknologi peningkatan produktivitas perikanan. Pengembangan ini menggunakan basis mikrokontroler. Tujuannya meningkatkan jumlah tangkapan ikan nelayan. Dari sinilah bakal dibuktikan bahwa maih ada daya tarik sektor perikanan laut di Indonesia.

Pada praktiknya, modul mikrokontroler Intel dan baterai ditempatkan di rumpon. Kemudian, piranti ini akan mengumpulkan informasi ketersediaan ikan di sekitar rumpon. Piranti akan mengirimkan informasi ke komputer server. Lalu, informasi diteruskan ke nelayan melalui layanan pesan singkat (SMS).  “Setelah menerima informasi, para nelayan akan pergi ke rumpon dan kemudian menangkap ikan,” kata Hendri.

Hendri melanjutkan, prototipe Juku Tech akan diujicobakan di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan dalam waktu dekat. “Kami telah menerima respon yang baik dari pemerintah daerah dan nelayan setempat di Kabupaten Jeneponto,” kata Hendri.

Apresiasi datang dari Harry K. Nugraha, Country Manager Intel Indonesia. Intel, katanya, terinspirasi oleh teknologi yang dapat menjadi dasar untuk melakukan perubahan.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/07/29/145745626/masih.ada.daya.tarik.sektor.perikanan.laut.di.indonesia