Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan terus melakukan percepatan pembangunan sentra perikanan terpadu di Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau.

“Pelindo akan kita gandeng sebagai partner dalam pemasaran. Permohonan dari nelayan pantura juga bertambah dari 400 tambah 150 kapal. Jadi hampir 4.000 orang. Minggu kemarin, kita kedatangan pengusaha Rusia, Grup Blackspace yang ingin investasi di storage dan fasilitas rantai dingin di 10 pulau terluar,” ujar Menteri KKP Susi Pudjiastuti saat menggelar konferensi pers terkait “Reklamasi Teluk Benoa, Status Bantuan Kapal, dan Percepatan Pembangunan Natuna” di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Selasa (26/7).

Susi menambahkan, hal ini meningkatkan upaya pengelolaan perikanan tangkap dari 9,3% menjadi 40% dari total stok ikan lestari. “Memindahkan pangkalan pendaratan ikan yang tersebar di Jakarta, Pontianak, Belawan dan Batam ke sentra perikanan terpadu Natuna,” tuturnya.

Menurut Susi, total izin kapal yang diterbitkan saat ini 915 kapal izin pusat (> 30 GT) dan 2.000 kapal ijin lokal (< 30 GT), serta diberikan alokasi tambahan 200 kapal lokal Natuna (< 30 GT) dan 400 kapal eks cantrang (> 30 GT) dari pantai Utara Jawa.

“Mendatangkan calon investor nasional untuk industri pengolahan perikanan, yang berorientasi pada nilai tambah dan tujuan ekspor. Mendatangkan calon pembeli untuk pasar nasional maupun ekspor yang dimotori oleh BUMN perikanan dan swasta nasional,” imbuhnya.

Sumber: http://news.merahputih.com/nasional/2016/07/27/kkp-percepat-pembangunan-sentra-perikanan-terpadu-natuna/43971/