Export ikan nila dari Indonesia yang selama ini dikirimkan ke negara-negara Asean kini mulai merambah hingga ke Amerika Serikat.  PT Suri Tani Pemuka (STP), eksportir  produk ikan nila yang bernaung di bawah Japfa Grup merupakan salah satu eksportir terbesar untuk ikan nila ini.Ikan nila yang diekspor tersebut berasal dari budidaya di Danau Toba, Sumatera Utara.

Pada awal 2016 lalu, sebenarnya pemerintah pernah akan mencabut izin perusahaan perikanan yang mencemari Danau Toba, demi mempertahankan kelestarian danau dan manfaatnya sebagai obyek pariwisata.Namun dengan sistem zonasi, bisnis budidaya perikanan akhirnya tetap diperbolehkan namun harus berada di zona-zona tertentu yang ditentukan pemerintah.

Perpres 49 tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba, yang belum lama diteken Presiden Jokowi juga memberi ruang bagi berkembangnya berbagai usaha, pariwisata, dan bidang lain. Pemerintah juga mengijinkan adanya keramba jaring apung (KJA) PT Suri Tani Pemuka (STP) di zonasi danau Toba ini.

Produk ikan nila Danau Toba sejak 2012, dengan merek Toba Tilapia sudah terlebih dulu diekspor ke Eropa hingga Amerika Serikat (AS). Diperkirakan 100 ton lebih ikan Nila atau dalam nama latin disebut Tilapia Nilotica dari kawasan Danau Toba ini diekspor.

“Tahun ini kami ekspor ke sejumlah negara Asean yaitu Filipina, Singapura, dan Malaysia,” ujar Head of Government Relations Japfa Fitri Nursanti Poernomo di Pematangsiantar, Rabu (20/7/2016)

Di negara-negara Asean, produk ikan nila Danau Toba menjadi pilihan utama bahan baku olahan ikan di rumah makan siap saji. Ketertarikan sejumlah negara Asean menggunakan produk ikan nila hasil budidaya di Danau Toba tidak terlepas karena produk tersebut dinilai sudah memenuhi standar internasional. Ikan Nila dari danau Toba ini dianggap memiliki kualitas dan sudah memenuhi aspek sustainability,

Saat ini produksi PT STP baru mencapai 7,5 ton per hari. Angka tersebut masih jauh dari kapasitas produksi yang mampu mencapai 75 ton per hari.Produk ikan nila PT SPT mayoritas menjadi produk ekspor, bahkan persentase di atas 90 persen.

Sumber: http://beritadaerah.co.id/2016/07/20/ikan-nila-hasil-budidaya-di-danau-toba-diekspor-ke-asean-hingga-as/