Tindakan membakar dan menenggelamkan kapal illegal fishing (IIU Fishing) yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Susi Pudjiastuti ternyata menjadi inspirasi buat pemerintah Palau.

Pemerintah Palau pun membakar kapal yang tertangkap melakukan pencurian ikan.

Kisah ini diungkap Menteri Sumberdaya Alam, Lingkungan dan Wisata Palau, F Umiich Sangebau saat bertemu Menteri Susi dalam pertemuan bilateral di sela-sela sidang ke-32 Committee on Fisheries (COFI) yang digelar Food Agriculture Organization (FAO) di markas FAO, Roma, Italia, Selasa (12/7/2016).

Pertemuan selama 30 menit di ruang yang tidak luas ini berlangsung akrab, seakan kedua menteri ini sudah bertemu sebelumnya. Padahal, keduanya baru bertemu sekali ini.

Kesamaan pandangan dalam memberantas IUU Fishing yang menyatukan dan mengakrabkan delegasi dari dua negara ini. Pertemuan meja bundar ini serius, tapi santai dan tidak terlalu formal.

Menteri Susi didampingi oleh Mas Achmad Santosa (Penasihat Menteri di bidang hukum/Koordinator Staf Khusus Satgas 115), Basilio Dias Araujo (Asisten Deputi Keamanan dan Ketahanan Maritim, Menko Maritim), August Parengkuan (Dubes RI untuk Roma), dan tim dari Kementerian Luar Negeri.

Dalam pertemuan ini, Menteri Umiich Sangebau melihat kepemimpinan Indonesia dalam memberantas IUU Fishing luar biasa. Dia mengaku mencontoh Indonesia untuk membakar 2 kapal berbendera Vietnam yang terbukti melakukan IUU Fishing baru-baru ini.

We look towards Indonesia for its leadership in combating IUU Fishing,” kata Umiich.

Umiich mengatakan akan berkunjung ke Indonesia akhir bulan ini untuk bertemu Menteri Susi. Rencananya, Palau dan Indonesia akan menandatangani komunike bersama dalam pemberantasan IUU Fishing. Menteri Susi menyambut baik upaya ini.

Delegasi negara juga membahas mengenai pertukaran informasi terkait pencegahan dan penegakan hukum terkait kapal-kapal IUU Fishing. Sebab, ada indikasi bahwa kapal-kapal asing yang sebelumnya beroperasi di perairan Indonesia kini pindah ke wilayah Palau.

Dibahas juga dalam pertemuan ini, permintaan Indonesia yang akan menjadikan Palau sebagai hub ekspor perikanan dari timur dan utara Indonesia ke market di Jepang, Korea, dan Amerika Serikat. Sebagai pertukaran nanti, Indonesia juga bisa impor barang lainnya lewat Palau. Palau menyambut baik inisiatif ini untuk buka rute ke selatan karena selama ini mereka juga sulit koneksi ke wilayah Pasifik.

Pertemuan kedua menteri ini diakhiri dengan pemberian cinderamata. Susi menyerahkan cinderamata beruba kain batik warna merah jambu bermotif ikan. Cinderamata dari Susi ini sempat dibuka di depan Umiich.

Sekilas Palau

Selama ini Indonesia dan Palau belum memiliki hubungan kerja sama strategis. Pada 6 Juli 2007, ditandatangani komunike bersama mengenai Pembentukan Hubungan Diplomatik antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Palau di Manila.

Palau merupakan negara kepulauan yang relatif kecil, yang terletak berbatasan dengan Filipina dan Indonesia. Republik Palau merupakan anggota Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC) dan memiliki panjang Laut Teritorial sekitar 12 mil, ZEE sepanjang 200 mil dan terdiri dari 340 pulau di kepulauan Caroline Barat, sekitar 500 mil (805 km) timur Filipina. Luas laut Palau sekitar 629.000 km persegi.

Sumber daya kelautan Palau berlimpah. Sektor perikanan subsisten merupakan kegiatan utama di samping sektor pariwisata. Pertumbuhan sektor perkapalan dan komunikasi udara telah meningkatkan keuntungan ekspor perikanan. Perikanan lepas pantai didominasi oleh Tuna.

Selama ini, Palau juga cukup serius memberantas IUU Fishing. Title 27 of The Palau National Code adalah undang-undang perikanan utama yang mengatur penangkapan tuna dan kapal penangkap ikan di perairan Republik Palau.

Ayat 181 dari RPPL 6-36 melarang seluruh kegiatan penangkapan ikan oleh kapal penangkap ikan asing untuk hiu. Penangkapan ikan tuna di ZEE Palau didominasi oleh longline, kapal penangkap ikan asing utamanya berbendera RRT dan Jepang.

Palau memiliki bandara dengan 10 penerbangan internasional setiap harinya. Saat ini terdapat 200 WNI bekerja di Palau dan sebagian besar adalah ABK Penangkap Ikan.

Sumber: http://finance.detik.com/read/2016/07/14/124554/3253147/4/terinspirasi-menteri-susi-republik-palau-juga-bakar-kapal-illegal-fishing