Wilayah pesisir dan lautan di Provinsi Jawa Barat memiliki sumber daya perikanan baik darat maupun laut yang cukup melimpah, sehingga Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu sentra perikanan di Indonesia.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menargetkan produksi perikanan 2016 yang meliputi ikan laut maupun ikan tawar sebanyak 1,43 juta ton. Jumlah itu naik 11,72 persen dari target 2015 sebesar 1,28 juta ton. Kondisi produksi perikanan Jawa Barat dalam kondisi stabil pada saat ini. Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat membagi target tersebut menjadi 1,2 juta ton produksi perikanan budidaya dan 230.000 ton produksi perikanan tangkap.

Mengutip laman jabarprov.go.id, Rabu (13/7), Kadis Perikanan dan Kelautan Jabar, Djafar Ismail mengakui untuk produksi ikan laut pada tahun ini berkurang, akibat bencana rob di pantai selatan.

Dalam keadaan tersebut, nelayan terutama yang menggunakan perahu kecil tidak melaut sehingga produksi ikan tangkap berkurang. Namun, untuk memenuhi kebutuhan ikan, dapat diganti dengan ikan tawar. Sebagai contoh, ikan kakap merah diganti dengan ikan nila merah. Produksi ikan hingga saat ini, terus dapat bertahan.

Djafar menambahkan kualitas ikan terus diperbaiki. Langkah pembinaan yang dilakukan diantaranya pembinaan nelayan mulai dari proses penangkapan hingga pengolahan. Nelayan, terutama yang menggunakan perahu besar saat ini sudah menggunakan freezer untuk penyimpanan ikan.

Dengan sarana tersebut, ikan tangkap ketika dibawa ke darat ada dalam kondisi segar. Bantuan sarana kepada nelayan di tahun ini terus berlanjut. Melalui dukungan dana dari Pemerintah Pusat, di Jabar siap diberikan kapal untuk nelayan sebanyak 70 unit. Keberadaan kapal tersebut, dari sisi ukuran bervariasi mulai berukuran kecil hingga besar.

Pemprov Jabar memberikan bantuan kepada para nelayan ketika terjadi rob beberapa waktu lalu, kapalnya rusak diberikan bantuan berupa pemberian alat tangkap.

Terkait dengan impor ikan, produksi ikan di Jawa Barat tidak terganggu karena impor ikan aturannya sangat ketat. Salah satu aturan impor ikan, prosentasenya tidak melebihi 2 persen dari jumlah  ikan yang ada di Indonesia. Ikan yang di impor, hanya untuk jenis ikan yang tidak ada di perairan Indonesia seperti Ikan Salmon.

Sumber: http://beritadaerah.co.id/2016/07/14/dinas-kelautan-dan-perikanan-jabar-produksi-ikan-masih-stabil/