Sejak pertama kali swastanisasi pada 13 Juli 1992 silam, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus membukukan rekor pencapaian positif sepanjang 24 tahun perjalanannya.

Salah satunya adalah rekor pencapaian frekuensi tertinggi sepanjang masa pada penutupan perdagangan kemarin, Rabu 13 Juli 2016, dengan pencapaian 377.132 kali transaksi.

Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, mengatakan jumlah tersebut melebihi pencapaian tertinggi pada 373.249 kali transaksi, yang dibukukan pada 10 Juli 2014 silam.

“Pencapaian rekor ini menunjukkan bahwa BEI memiliki likuiditas yang terbaik di tahun ini dibandingkan dengan bursa-bursa lain di kawasan Asia Tenggara,” ujar Tito dalam keterangan resminya, Kamis 14 Juli 2016.

Berdasarkan data World Federation Exchange di 2015, bursa Thailand membukukan rata-rata frekuensi harian sebesar 368 ribu kali, bursa Malaysia 153 ribu kali, dan bursa Filipina 53 ribu kali transaksi.

“Dengan pencapaian ini, kami akan terus berupaya untuk menjadi bursa terbesar di Asia Tenggara pada 2020 mendatang,” tuturnya.

Di samping itu, BEI juga mencatat total pembelian bersih oleh investor asing di pasar saham domestik telah mencapai Rp17,96 triliun, sejak awal tahun hingga hari ini. “Optimisme investor asing telah pulih setelah mencatat penjualan bersih sebesar Rp22,59 triliun di sepanjang tahun lalu,” ujarnya.

Selain itu, nilai transaksi perdagangan Rabu sebesar Rp7,68 triliun, juga melampaui rata-rata nilai transaksi harian sekitar Rp5,84 triliun.

Sumber: http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/796295-bursa-efek-indonesia-cetak-rekor-di-asean