Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pengaruh penerimaan pendapatan nasional, itu adalah realisasi investasi dalam waktu setahun.

“Jadi gak bisa diitung total investasinya, itu nanti-nanti tahun berikutnya. Nah perhitungan yang cepet diperoleh dari diperikanan, pariwasata, dan manufaktur. Sebenarnya, buat indonesia yang paling krusial bagaimana mengundang investor imvestasi ke tiga sektor tersebut,” ujar Darmin saat ditemui di open house di Rumah Dinasnya, Jalan Widya Chandra IV/No.17, Jakarta Selatan, Kamis (7/7).

Darmin menjelaskan dalam Dana Negatif Investasi pada hotel bintang dua, dan tiga diperuntukkan pihak asing untuk berinvestasi. Namun diperlu dipikirkan pula bagi pengusaha dalam negeri yang ingin berinvestasi di sektor pariwisata.

“Untuk nasional bisa tapi nggak cukup, kalau membangun pariwisata nasional itu cukup, tapi membangun tiga sampai sepuluh itu jauh sekali. Jangan kemudian khawatir kalau dibuka untuk asing semua. Tapi diberi kesempatan bagi para pengusaha lokal untuk berinvestasi juga,” tuturnya.

Darmin Nasution menilai yang paling berpengaruh bagi pendapatan negara dari investasi pariwisata, diikuti perikanan.Hal paling penting investasinya terjadi kemudian.

“Berbeda dengan di manufaktur kalau ada investasi pasarnya nggak ada, ada tapi nasional tidal terlalu besar, sehingga kalau ekspor dalam kondisi sekarang, pasar ekspor dunia juga turun,” jelasnya.

Saat ini, sambungnya, sekarang ini kebijakan invstasi sedang disiapkan oleh Pak Menko maritim dari awal puasa lalu atas perintah Pak Presiden dalam ratas.

“Sektor- sektor itu segara untuk dimasukkan mungkin minggu-minggu pertam setelah termasuk di manufaktur,” pungkas Darmin

Sumber: http://news.merahputih.com/keuangan/2016/07/08/darmin-nasution-sektor-pariwisata-dan-perikanan-paling-banyak-sumbang-pendapatan-negara/43379/