Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai pusat industri perikanan terpadu di Kawasan Timur Indonesia kini menghimpun sedikitnya 27 industri pengolahan ikan dan industri penunjang lainnya.
Kepala Bidang Tata Kelola dan Pelayanan Usaha PPS Kendari Budi Utomo di Kendari, Rabu (29/6), mengatakan dari 27 perusahaan yang tergabung dalam kawasan PPS terpadu di Kecamatan Abeli itu, sebanyak 12 perusahaan industri pengolahan ikan dan 15 perusahaan industri penunjang.

“PPS sebagai fasilitator pemerintah terus mendorong peningkatan investasi. Total investasi hingga tahun 2014 dari seluruh perusahaan itu mencapai Rp 407 miliar lebih. Angka ini naik sebesar 7,4 persen di banding tahun sebelumnya,” ujarnya.

Budi menambahkan, dari jumlah investasi tersebut sebanyak Rp 73,20 miliar investasi pemerintah dan Rp 334,770 miliar bersumber dari investasi pihak swasta.

Ia menyebutkan, dari 12 perusahaan industri pengolahan ikan diantaranya PT Biota Indo Persada dengan bidang usaha cold storage pengolahan pabrik es dengan investasi sekitar Rp 16 miliar, PT Yanagi Histalaraya investasi Rp 8,4 miliar.

PT Kelola Mina Laut investasi Rp 11 miliar dan CV Ome Trading Coy bergerak pada usaha pengasapan ikan dengan investasi Rp 3 miliar.

Kemudian PT Abadi Makmur Ocean (penampung dan pengolahan) dengan investasi Rp 3,5 miliar, PT Jaya Antero Bahari (cold storage, prosesing bengkel dan gudang) dengan investasi Rp 78 miliar yang saat ini masih dalam tahap membangun.

PT Tiara Deli Samudra (pengolahan dan cold storage) dengan investasi senilai Rp 10,9 miliar. Sedangkan perusahaan industri penunjang yang ada di PPS diantaranya PTPLN PJB-II membangun unit pembangkit tenaga diesel dengan investasi Rp 64,430 miliar.

Kemudian, PT Sultratuna Mitra Lestari (pabrik es balok) dengan investasi Rp 14,8 miliar, PT Sultratuna Samudra pengolahan cold storage dan pabrik es dengan investasi Rp 14,585 miliar.

Selain itu, PT Cilacap Samudra Fishing Industri bergerak pada pengolahan ikan dan cold storage dengan investasi mencapai Rp 15 miliar dan PT Sartomo Sakti bergerak pada penangkapan pengolahan, pembekuan dan cold storage dengan investasi Rp 14,505 miliar.

PPS Kendari yang dibangun sejak 30 tahun lalu itu lanjut Budi Utomo, dengan visi terwujudnya PPS sebagai sentra produksi perikanan terbesar 2015, diharapkan mampu menciptakan kawasan andalan yang strategis, produktif dan cepat tumbuh sebagai sentra produksi perikanan terpadu.

Sumber: http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2016/06/30/243323/pps-himpun-27-perusahaan-perikanan/#.V3SWNbiLQ2w