Para investor memiliki keyakinan yang lebih besar untuk beroperasi di dalam perusahaan  dengan tata kelola yang baik dan di pasar yang didukung oleh rezim hukum dan peraturan yang sehat.

Dosen  Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), M Parnawa Putranta MBA PhD mengungkapkan hal itu dalam  konferensi internasional “Encouraging a Better ASEAN Community Relationship”.

Ia memaparkan masyarakat Ekonomi ASEAN dibentuk untuk menciptakan lalu lintas perdagangan dan modal yang lebih bebas di wilayah 10 negara peserta. Namun persoalan yang harus dipahami yakni pengelompokan ekonomi yang sangat tidak merata.

Modal akan bergerak dari negara yang tingkat  kesejahteraan rakyatnya tinggi menuju bangsa yang kurang sejahtera.  ”Demikian juga para investor, mereka akan memiliki keyakinan yang lebih besar untuk beroperasi di  dalam perusahaan dengan tata kelola yang baik dan di pasar yang didukung oleh rezim hukum dan peraturan yang sehat,” ujarnya.

Konferensi merupakan kolaborasi antara program studi Magister Hukum (MH) dan program studi Magister Manajemen (MM) dan Fakultas Hukum UAJY. Sejumlah pakar membahas secara mendalam isu-isu terkait dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah bergulir sejak tahun 2015.

Konferensi internasional dihadiri 118 partisipan, 40 orang di antaranya presenter yang menyampaikan  makalah ilmiahnya dalam presentation session.

Presenter berasal dari beberapa negara seperti Lesotho,  Korea, Myanmar dan Indonesia. Partisipan mempunyai latar belakang beragam seperti akademisi, peneliti, ahli hukum, praktisi bisnis, pemerintah, lembaga non pemerintah maupun mahasiswa, khususnya mahasiswa pasca sarjana.

Sumber: http://berita.suaramerdeka.com/investor-pilih-negara-yang-punya-peraturan-sehat/