Kementerian Kelautan dan Perikanan‎ (KKP) gencar menindas pencuri ikan dengan menenggelamkan kapal. Di balik itu, Indonesia masih punya satu pekerjaan besar untuk meringkus pencuri ikan yang bermodus menjadi perusahaan asing legal yang beroperasi di Indonesia.

Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor ‎(IPB), Arif Satria mengungkapkan, ada satu trik khusus bagi perusahaan-perusahaan ‎asing legal dalam mencuri ikan di Indonesia. Mereka bersembunyi di balik izin operasi industri pengolahan.

“Mereka gunakan izin pengolahan, tapi mereka gunakan untuk curi ikan di sini (Indonesia),” tutur Arif, diskusi membahas‘Negeri Kelautan tapi Impor Ikan’, di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/6/2016).

Dengan menggunakan kedok berbisnis industri pengolahan, jelas Arif, perusahaan asing tersebut memperoleh berbagai jenis ikan dari nelayan Indonesia dan diselundupkan ke luar negeri. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia harus mengantisipasi kejadian tersebut karena masih luput dari perhatian pemerintah.

“Jadi ikannya dibawa keluar dari industri. Akibatnya apa. Ikan yang kita miliki dibawa lari. Tapi industri pengolahan itu kosong, dan tidak beroperasi. Hal itu yang harus menjadi perhatian pemerintah,” pungkas Arif.

Belum lama ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah mendalami penangkapan kapal ikan berbendera Tiongkok, Gui Bei Yu, di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Langkah itu dilakukan dalam rangka menjaga kedaulatan di perairan Tanah Air, termasuk menekan tindakan pencurian ikan.

Penangkapan kapal tersebut dilakukan KRI Oswald Siahaan-354 TNI Angkatan Laut yang berada di bawah kendali operasi (BKO) Gugus Tempur Laut Armada RI Kawasan Barat (Guspulaarmabar) pada Jumat pekan lalu.

Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti mengatakan, penyidikan yang dilakukan pihaknya karena kapal tersebut diduga kerap mencuri ikan di perairan Indonesia. Sanksi terkait aksi ini akan diputuskan setelah proses penyidikan selesai.

“Yang melakukan penangkapan ada KRI armada barat yang dilakukan dua hari lalu. Hari ini kita sedang selidiki,” ujar Susi.

Susi menegaskan, dalam memerangi tindak pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia, KKP bersama pihak-pihak terkait tidak akan pandang bulu. ‎Sekali pun berasal dari negara sahabat, akan tetap dilakukan penangkapan dan diproses secara hukum bila terbukti melakukan tindakan pencurian ikan.

“Kita ke semua kapal yang melakukan pencurian di wilayah Indonesia pasti kita tangkap. Dari Tiongkok, Thailand, Filipina, Amerika, kalau ada pun kita tangkap. Kalau melanggar dan melakukan pencurian di ZEE (zona ekonomi eksklusif) kita pasti tangkap,” tegas Susi.

Sumber: http://ekonomi.metrotvnews.com/mikro/JKR4PW3b-berkedok-industri-pengolahan-banyak-perusahaan-asing-curi-ikan-indonesia