Pemerintah bertekad mempercepat pembangunan industri perikanan dan kelautan untuk menjadi penggerak ekonomi Tanah Air. Diharapkan, dengan luas perairan yang mencapai 70 persen dari total wilayah Indonesia, kontribusi sektor perikanan dan kelautan dapat terus meningkat terhadap Produk Dometik Bruto (PDB) nasional yang kini hanya 30 persen.

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin menjelaskan, industri pangan berbasis perikanan termasuk dalam sektor prioritas berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035. Namun demikian pengembangan industri pangan berbasis perikanan ini memerlukan dukungan kementerian atau lembaga terkait lainnya sehingga berjalan secara sinergi.

“2015-2019 pengembangan industri pangan berbasis perikanan berfokus pada aneka produk olahan ikan. Selanjutnya tahun 2020-2024 akan difokuskan pada pengembangan minyak ikan sebagai pangan fungsional dan pangan fungsional berbasis limbah industri pengolahan ikan (food grade). Sedangkan, 2025-2035 diharapkan industri pengolahan ikan telah menjadi bagian dari industri pangan fungsional,” ujar Saleh dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (16/6/2016).

Agar mampu meningkatkan nilai tambah pada produk industri tersebut, menurut Saleh, pengembangan teknologi pengolahan menjadi faktor penting dalam pelaksanaan program hilirisasi industri pangan berbasis perikanan sesuai yang diamanatkan pada RIPIN. Produk olahan ikan yang kini sudah dapat diproduksi di Indonesia, diantaranya ikan dalam kaleng, ikan beku, minyak ikan, tepung ikan, dan pakan.

“Dalam satu lini produksi tepung ikan juga dihasilkan minyak ikan, yang seringkali minyak ikan ini dianggap sebagai hasil samping. Padahal apabila bisa diolah dengan benar akan menghasilkan produk suplemen minyak ikan yang mempunyai nilai tambah sebesar seribu persen dari bahan baku ikan segar,” paparnya.

Saleh mengatakan, nilai ekspor produk ikan menunjukkan peningkatan tetapi masih relatif kecil dibandingkan total ekspor non migas, dimana baru mencapai 2,98 persen. Sementara itu, industri pengolahan ikan di Indonesia terdiri dari 636 Usaha Pengolahan Ikan (UPI) skala besar dan 36 ribu UPI skala kecil atau rumah tangga dengan teknologi sederhana.

“Salah satu industri pengolahan ikan yang cukup berkembang di Indonesia yaitu industri pengalengan ikan. Saat ini industrinya berjumlah 41 perusahaan dengan jumlah pekerja 46.500 orang dan nilai investasi mencapai Rp1,91 triliun. Sementara kapasitas terpasang industri ini mencapai 630 ribu ton dengan nilai produksi 315 ribu ton pada 2015,” ungkap dia.

Pada tahun yang sama, nilai ekspor ikan dalam kaleng mencapai USD23 juta dengan nilai impor sebesar USD1,9 juta. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku terus meningkatkan kemitraan dengan instansi terkait dan dunia usaha untuk membangun integrasi antara sisi hulu dan hilir. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan jaminan pasokan bahan baku serta jaminan mutu dan keamanan produk industri pengolahan ikan.

“Melalui balai-balai Kemenperin, kami harapkan juga dapat meningkatkan kemampuan uji mutu laboratorium untuk produk ikan melalui bantuan alat dan bantuan teknis. Sedangkan upaya pengembangan sarana dan prasarana industri pengolahan ikan dilakukan melalui bantuan mesin dan peralatan ke daerah-daerah yang potensial,” pungkas Saleh.

Sumber: http://ekonomi.metrotvnews.com/mikro/xkE8ZRpb-pemerintah-bakal-percepat-pembangunan-industri-perikanan