Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengklaim telah menyiapkan langkah strategis dalam upaya peningkatan daya saing industri nasional agar mampu bersaing dengan negara ASEAN seiring pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Langkah-langkah tersebut, diantaranya percepatan penyusunan kebijakan dalam bentuk Rancangan Peraturan Kementerian Perindustrian (RPP) Pemberdayaan Industri.

Juga, melakukan percepatan penyusunan RPP Pengamanan dan Penyelamatan Industri, serta Pengembangan produk dalam negeri melalui perlindungan hukum antara lain paten, merek, hak cipta, dan lain-lain.

“Kami juga akan melakukan perundingan Technical Barriers to Trade (TBT) terkait regulasi teknis, standar, dan prosedur penilaian kesesuaian,” ujar Menteri Perindustrian Saleh Husin di Jakarta, Senin (13/5/2016).

Menperin menambahkan, Kemenperin juga menyiapkan tenaga kerja industri yang kompeten dan berdaya saing melalui pendidikan vokasi berbasis kompetensi.

Kemenperin juga membangun link and match antara pendidikan vokasi dan dunia usaha industri, mengembangkan sistem pelatihan berbasis kompetensi, dan mendorong Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di ASEAN melalui Mutual Recognition Agreement (MRA).

Menperin menjelaskan pihaknya juga melakukan pembangunan dua Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) dan penyusunan dokumen perencanaan dua Sentra IKM.

“Untuk program peningkatan daya saing dan produktivitas industri, kami akan lakukan penyusunan sebanyak 79 Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI), serta peningkatan kemampuan sebanyak 22 Perusahan Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian yang memiliki keterbatasan dalam penerapan SNI Wajib,” papar Menperin.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/06/14/110000226/Ini.Langkah.Strategis.Kemenperin.Hadapi.MEA.