Nilai ekspor ikan dan udang Sumatera Utara pada kuartal I 2016 naik 2,05 persen atau mencapai 75,018 juta dolar AS di tengah upaya pemerintah sedang menggalakkan pengembangan ikan kakap putih untuk di ekspor.

“Ekspor ikan dan udang yang naik itu menggembirakan, karena terjadi di tengah menurunnya ekspor hampir semua komoditas,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Parlindungan Purba di Medan, Selasa (14/6).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) itu semakin menggembirakan lantaran belakangan ini di Sumut sedang ada program pengembangan ikan kakap putih oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan sistem jaring apung yang melibatkan petani perikanan.

“Diharapkan nasib petani ikan bisa lebih baik lagi ke depannya dengan semakin terbukanya kesempatan mengembangkan produk perikanan dan ekspor ikan,” imbuh Parlindungan.

Menurut dia, sebenarnya ekspor ikan dan udang serta hasil laut lain Sumut sudah lama dilakukan dan mendapat tempat di pasar ekspor.

Namun, akibat banyak faktor, mulai persaingan ketat dengan negara penghasil sama seperti Thailand dan termasuk maraknya pencurian hasll laut serta krisis global, membuat ekspor produk itu mengalami penurunan.

“Syukur dalam dua tahun terakhir, terlihat lagi tren meningkat,” katanya.

Apindo berharap, pengembangan ikan kakap putih yang sedang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa semakin memperkuat ekspor golongan barang itu lagi.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut, Zonny Waldy, mengakui, Sumut menjadi salah satu kawasan yang dijadikan daerah pengembangan budi daya laut khususnya jenis ikan kakap putih yang potensi pasar di dalam negeri dan mancanegara sangat besar.

Menurut dia, kakap putih memiliki pasar yang lebih luas dibandingkan kerapu sehingga pengembangan di Sumut diharapkan meningkatkan pendapatan petani dan Sumut secara total mdlalui devisa.

Dia menjdlaskan, selain bisa dijual dalam bentuk segar atau hidup, kakap putih bisa dipasarkan dalam keadaan mati berupa potongan atau filet.

“Pengembangan budi daya kakap putih di Sumut bisa semakin besar karena dapat dilakukan dengan sistem di alam atau menggunakan keramba jaring apung (KJA) seperti yang sudah dicoba di Belawan,” katanya.

Sumber: http://regional.kontan.co.id/news/ekspor-ikan-dan-udang-sumut-mulai-naik