“Perdamaian dan kesejahteraan merupakan ‘core business’ dari kemitraan ASEAN-Tiongkok,” hal itu ditegaskan Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, saat menyampaikan pernyataan Indonesia dalam Pertemuan Khusus Menteri Luar Negeri ASEAN-Tiongkok di Kunming.

Pertemuan yang dihadiri Menlu Tiongkok dan seluruh Menlu negara-negara ASEAN membahas kemajuan, prioritas, dan arahan ke depan kemitraan ASEAN-Tiongkok, persiapan peringatan 25 tahun hubungan ASEAN-Tiongkok, serta isu-isu kawasan termasuk situasi Laut Tiongkok Selatan (LTS).

Pada pertemuan para Menlu menilai bahwa dalam memperingati 25 tahun kemitraan ASEAN-Tiongkok, kerjasama perdamaian dan kesejahteraan kini menjadi semakin relevan. Untuk itu perdamaian dan stabilitas kawasan harus terus dijaga guna memastikan kondisi kondusif bagi pembangunan ASEAN-Tiongkok.

Dalam kaitan ini, para Menlu ASEAN dan Tiongkok menekankan bahwa kerja sama hanya dapat dicapai jika ASEAN dan Tiongkok dapat memelihara perdamaian dan stabilitas, termasuk di LTS. Oleh karena itu, para Menlu sepakat mengenai pentingnya pelaksanaan secara penuh dan efektif pelaksanaan Declaration on the Conduct, serta pentingnya untuk secepatnya menyelesaikan Code of Conduct.

Sumber: http://www.koran-jakarta.com/asean-tiongkok-fokus-pada-perdamaian-dan-kesejahteraan/