Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta PT Pertamina (Persero) untuk tidak melakukan kebijakan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) oleh nelayan. Pasalnya, selama ini BBM kerap menjadi masalah krusial yang dirasakan masyarakat.

Hal tersebut diketahuinya saat melakukan safari bahari ke beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia mengatakan, selama ini kapal di bawah 10 GT dibatasi hanya dapat membeli solar 10 liter per hari di SPBU.

Selain itu letak SPBU yang berada di perkotaan jauh dari desa, membuat harganya melambung karena harus mengeluarkan biaya transportasi. Padahal untuk bisa melaut ke lepas pantai saja nelayan membutuhkan BBM hingga 100 liter perhari.

Mantan Bos Susi Air ini pun meminta Bupati Lembata untuk bisa menyurati Pertamina agar tidak ada pembatasan pembelian BBM oleh nelayan. “SPDN paling tidak akhir tahun bisa ditambah. Untuk sementara SPBU tidak membatasi nelayan dibawah 10 GT,” katanya seperti dalam keterangan resmi yang diterima Sindonews di Jakarta, Minggu (12/6/2016).

Persoalan lainnya yang dihadapi masyarakat nelayan Lembata adalah terkait minimnya armada kapal dan alat tangkap. Untuk itu, nelayan mengharapkan bantuan kapal 1- 5 GT dengan alat tangkap pole and line untuk menangkap ikan tuna.

“Kalau kapal tidak masalah, asal buat koperasi dulu, paling mahal biayanya Rp 700 ribu. Nanti Ditjen Perikanan Tangkap bisa menyiapkan (bantuan) 50 unit pole and line”, tandasnya.

Sumber: http://ekbis.sindonews.com/read/1116039/34/menteri-susi-minta-pertamina-tak-batasi-pembelian-bbm-nelayan-1465720473