Mengenalkan ASEAN Community atau komunitas ASEAN kepada anak-anak tidak bisa hanya dilakukan dengan teori. Sebab, sosialisasi secara formal melalui sekolah belum cukup untuk membangun kesadaran mengenai ASEAN pada anak, khususnya pada usia sekolah dasar (SD).

Guna membuat anak-anak tertarik belajar tentang ASEAN, sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat boneka yang kemudian diberi nama ASEAN Doll. Boneka tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat dan kesadaran anak belajar mengenai ASEAN.

“Salah satu elemen masyarakat yang penting untuk menghadapi komunitas ASEAN adalah anak-anak. Karena itu, merupakan langkah yang baik jika sosialisasi komunitas ASEAN di Indonesia dimulai dari jenjang pertama, yakni jenjang pendidikan sekolah dasar,” ujar mahasiswa Fakultas Peternakan UGM, Ridwan, dinukil dari laman UGM, Rabu (8/6/2016).

Ridwan dan empat temannya, yaitu Mulia Ela Syifaurrahmah, Rifki Maulana Iqbal Taufik, Aditia Kusuma, Wahyu Galih Yudha Purnama, membuat inovasi ASEAN Doll melalui Program Kreativitas Mahasiswa di Bidang Kewirausahaan (PKM-K). Selain bermanfaat untuk alat bantu ajar, boneka ini juga mengangkat ragam budaya khas negara-negara ASEAN.

“Boneka ASEAN didesain menggunakan pakaian dengan motif atau gambar budaya khas negara-negara ASEAN, misalnya motif batik dari Indonesia, baju adat tarian Khon dari Thailand, motif gajah sebagai ikon Thailand dan lain-lain,” tuturnya.

Dia menjelaskan, boneka ASEAN juga memuat penjelasan mengenai negara-negara ASEAN. Supaya lebih atraktif, Ridwan dan timnya menambahkan unsur teknologi yang mampu menjadi media pembelajaran dengan melibatkan lebih banyak indra dalam proses pembelajaranya.

“Harapannya semoga boneka ini dapat menjadi sebuah media sosialisasi yang edukatif, kreatif, inovatif, dan atraktif sehingga sosialisasi ASEAN di Indonesia benar-benar mampu menumbuhkan kesadaran anak-anak mengenai komunitas ASEAN,” pungkasnya.

Sumber: http://news.okezone.com/read/2016/06/07/65/1408729/unik-mahasiswa-ugm-kenalkan-asean-lewat-boneka