Melimpahnya produksi ikan patin di dalam negeri, rupanya tidak terserap dengan baik di pasar domestik. Situasi ini mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan mencari pasar ekspor ke Timur Tengah untuk produk ikan budidaya tersebut.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Nilanto Perbowo, mengungkapkan ekspor ke negara-negara Timur Tengah jadi alternatif terbaik saat ini. Selain patin, bandeng juga akan didorong ke Timur Tengah.

“Bandeng dan patin sedang kita persiapkan buat pemenuhan volume dan kualitas, agar bisa disiapkan kontrak setahun di 2016. Ekspor ini jadi berita baik di tengah sulitnya jual ikan patin dengan harga yang baik di sini,” katanya ditemui di kantor KKP, Jakarta, Selasa (7/6/2016).

Menurut Nilanto, pihaknya belum menetapkan target ekspor patin ke Timur Tengah dalam waktu dekat. Beberapa kendala antara lain volume yang konsisten dan kualitas ikan.

“Kita sulit dari sisi konsistensi volume, dan kemudian kualitas ikan. Saat ini belum ada target, karena kita masih tunggu di hulu di Direktorat Perikanan Budidaya,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Dia, hambatan terbesar lain yakni menggeser posisi dominan Vietnam sebagai negara eksportir terbesar ikan patin di Timur Tengah.

“Ikan patin yang selama ini banyak di Timur Tengah berasal dari Vietnam, punya Vietnam ikan patin lebih putih, kita kuning,” tutup Nilanto.

Sumber: http://finance.detik.com/read/2016/06/07/212510/3227774/4/begini-rencana-susi-ekspor-patin-dan-bandeng-ri-ke-timur-tengah