Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan hasil produksi tangkapan ikan nelayan di provinsi tersebut masih tergolong minim.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Jabar Dede Sunendar mengatakan pada tahun lalu produksi ikan tangkap setahun hanya mencapai 256.893 dengan jumlah nelayan 104.000 orang.

“Jadi produksi satu nelayan setahun hanya sekitar 2,5 ton, ini sangat minim sekali,” ujarnya kepada Bisnis.com, Minggu (29/5/2016).

Dia menjelaskan hasil tangkapan minim salah satunya akibat sebagian besar nelayan masih menggunakan kapal di bawah 5 gross tonnage(GT).

Dede berkomitmen akan memacu hasil tangkapan nelayan di atas 5 ton per tahun. Hal ini dilakukan agar kesejahteraan nelayan terus mengalami peningkatan.

“Kami ingin meningkatkan kapasitas usaha penangkapannya minimal dengan transfer pengetahuan. Sebab, apabila mengandalkan pemberian bantuan kapal besar pasti memerlukan anggaran yang cukup tinggi,” katanya.

Realisasi program yang mulai diterapkan pada nelayan yakni cara penangkapan ikan yang baik (CPIB). “Kami langsung turun ke nelayan untuk mendampingi mereka melakukan CPIB,” ujarnya.

Menurutnya, CPIB itu diterapkan salah satunya penampungan ikan hasil tangkapan ke freezer di kapal nelayan. Dengan demikian, mutu kualitas ikan akan tetap terjaga serta menjaga harga di pasaran.

Namun, sejauh ini nelayan hanya memakai bantuan es batu yang dibawa dari darat. Akibatnya, nelayan hanya beberapa hari pergi mencari ikan di tengah laut.

“Dari ribuan nelayan yang melaut hanya sedikit yang menggunakan freezer untuk menampung ikan hasil tangkapan. Kami akan bantu dengan memberdayakan koperasi untuk penyediaanfreezer ini,” ujarnya.

Dede menyebutkan selama ini koperasi nelayan masih fokus pada pelelangan ikan. Padahal, mereka juga perlu mengembangkan usaha hingga penangkapan ikan di laut.

“Konsentrasi sekarang koperasi hanya di pelelangan. Kami dorong koperasi itu ada usaha penangkapan ikan sehingga mereka bisa menyediakan kebutuhan-kebutuhan sarana produksi,” ujarnya.

Kepala Seksi Produksi dan Sarana Penangkapan Diskanlut Jabar Iwan Kriswan menambahkan apabila nelayan menggunakan freezer untuk penampungan ikan selama di laut maka harga akan semakin terkerek.

Dia mencontohkan, saat ini ikan tuna masih dijual oleh nelayan Rp25.000/kg akibat mutu komoditas itu rendah. Padahal, permintaan ikan tuna selama ini cukup tinggi di mancanegara.“Kalau menggunakan freezer harga ikan tuna bisa mencapai Rp250.000/kg.”

Untuk itu, guna menggenjot pasar ekspor maka nelayan harus bisa menyediakan barang yang berkualitas. Selain itu, tuna kualitas ekspor harus benar-benar bermutu tinggi dilihat dari ukuran dan penanganannya.

Sumber: http://industri.bisnis.com/read/20160529/99/552430/pacu-hasil-tangkapan-nelayan-jabar-dorong-koperasi-sediakan-freezer