Pengembangan potensi perikanan budidaya di Kabupaten Tana Tidung (KTT) mutlak akan dilakukan. Hal ini dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Dinas Pertanian dan Kehutanan KTT, Rudi A.Pi MH, Rabu (25/5).

Menurutnya, program perikanan budidaya dan perikanan tangkap menjadi sorotan saat ini. Rencananya, perikanan budidaya yang akan menjadi sebuah ikon lain dari KTT. “Perikanan ini sangat penting dalam konteks ketahanan pangan. Karena produksi ikan saat ini, trennya menurun,” jelas Rudi.

Hal ini disebabkan oleh distribusi BBM yang tersendat-sendat, sehingga menjadi barang langka dan mahal di KTT. Kedua, adanya fakta pencemaran sungai-sungai, baik oleh individu, maupun oleh perusahaan, antara lain penangkapan ikan dengan menggunakan racun oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, serta pembuangan limbah oleh perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di KTT, di wilayah perairan KTT yang sangat potensial untuk produksi ikan secara tradisional oleh masyarakat (nelayan tangkap).

“Juga adanya fakta regenerasi pelaku usaha perikanan, yang beralih profesi menjadi pekerja tambang dan perkebunan. Karena anak muda KTT, tidak lagi tertarik pada perikanan, dan lebih tertarik pada bidang lain (yang dirasa menghasilkan keuntungan lebih cepat, Red.),” ucap Rudi.

Untuk itu Pemerintah KTT melalui Bidang Perikanan Distanhut KTT, berupaya untuk mengatasi masalah ini, seperti dengan memberikan bantuan sarana dan prasarana, benih ikan, dan pelatihan bagi para pelaku usaha budidaya ikan. Selain itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), melalui Bidang Perikanan Distanhut KTT, telah membangun Balai Benih Ikan (BBI) KTT, di Desa Limbu Sedulun, Kecamatan Sesayap. “Sebagai bagian dari solusi untuk mengatasi problem perikanan di KTT, sehingga KTT dapat berswasembada pangan,” akhirnya.

Sumber: http://kaltara.prokal.co/read/news/3433-kembangkan-perikanan-budidaya.html