Kekhawatiran masyarakat Indonesia bakal jadi penonton di negeri sendiri perlahan sirna. Lantaran persaingan tenaga kerja di berbagai sektor pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) terus bergeliat.

Namun dibalik itu, tenaga kerja Indonesia makin diminati di luar negeri untuk semua sektor. Sebut saja sektor perikanan yang sudah dibooking oleh perusahaan asing dan bekerja di luar negeri meski belum menuntaskan pendidikan.

Hal itu terlihat dari lulusan salah satu Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Bone, Sulawesi Selatan. Untuk tahun pelajaran 2015/2016, hampir 50 persen sudah direkrut untuk bekerja di perusahaan luar negeri sebelum wisuda.

Bahkan, sebanyak dua orang siswa tidak mengikuti prosesi wisuda Angkatan ke-30 di SUPM tersebut, karena telah berangkat ke Jepang.

”Satuan pendidikan lingkup KKP menggunakan sistem pendidikan vokasi dengan pendekatan teaching factory. Porsinya sebanyak 70 persen praktik dan 30 persen teori untuk pendidikan menengah. Sementara untuk pendidikan tinggi, 60 persen praktik dan sisanya teori,” jelas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rifky Effendi Hardijanto pada pelaksanaan prosesi wisuda Angkatan ke-30 di SUPM Negeri Bone, Sulsel.

Dia juga menjelaskan, para peserta didiknya sebanyak 44 persen merupakan anak pelaku utama kelautan dan perikanan, terdiri dari nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, dan petambak garam. Sejauh ini, menurut Rifky, negara tujuan para lulusan tersebut meliputi Australia, Jepang, Maurotius, Fiji, Guam, Afrika Selatan, Taiwan, Venezuela, Uruguay, Spanyol, Peru, Brazil, Korea, Brunie Darussalam, Malaysia, dan sebagainya.

Sementara untuk dalam negeri, para lulusan telah direkrut oleh perusahaan perikanan. Pada lulusan kali ini, 186 orang, yang berasal dari Program Keahlian Nautika Perikanan Laut (NPL), Teknologi Budidaya Perikanan (TBP), dan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPHP).

Sumber: http://surabayanews.co.id/2016/05/26/61177/sdm-perikanan-indonesia-laku-di-luar-negeri.html