Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Jabar menilai kondisi tambak udang di provinsi tersebut selalu tercemari limbah.

Presidium SNI Jabar Budi Laksana mengatakan hampir setiap tahun tambak udang tercemar akibat limbah industri baik akibat limbah pabrik atau pestisida.

“Padahal di tahun ini hampir semua para petambak udang sudah menyebar benih. Saya kira tanggung jawab pemda untuk memperhatikan kondisi saat ini,” ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (25/5/2016).

Menurutnya, apabila kondisi ini tetap dibiarkan maka para petambak akan mengalami kerugian. Antisipasi dari pemerintah mengenai penanganan limbah tersebut perlu secepatnya dilakukan.

Budi menjelaskan, selama ini produksi udang di Jabar terutama jenis vaname selalu diminati dari sisi ekspor.

“Kalau kondisinya seperti ini maka permintaan ekspor akan turun yang menyebabkan kerugian pada petambak,” ujarnya.

Terpisah, Pemerintah Provinsi Jabar pada tahun ini bakal memfasilitasi budi daya tambak udang untuk mendongkrak permintaan ekspor.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jabar Jafar Ismail mengatakan pihaknya akan membenahi lokasi tambak udang windu dan vaname yang selama ini kurang tertata rapi.

“Kami sekarang melakukan perbaikan tambak salah satunya dengan sistem plastik mulsa agar udang tahan terhadap penyakit,” ujarnya.

Berdasarkan catatan, produksi udang salah satunya windu saat ini mencapai 40 ton per bulan, sebelumnya pada tahun 1980-an bisa mencapai 100 ton per bulan.

Sumber: http://industri.bisnis.com/read/20160525/99/551415/sni-tambak-udang-di-pantura-selalu-tercemar-limbah-industri