Budidaya ikan tawar kini digalakan pemerintah untuk menambah jumlah produksi ikan, seiring dengan meningkatnya konsumsi ikan baik secara nasional maupun dunia. Untuk itu perlu adanya upaya untuk meningkatkan sumber produksi ikan budidaya, khususnya daerah-daerah yang memiliki wilayah perairan. Diprediksikan bahwa permintaan ikan semakin meningkat setiap tahunnya hingga tahun 2021.

Jika hanya mengandalkan para nelayan yang menangkap ikan di laut, maka belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat. Solusinya adalah memanfaatkan budidaya ikan air tawar untuk meningkatkan jumlah produksi ikan.

Terkait akan hal ini, Kementerian Koperasi dan UKM menghimbau para pembudidaya ikan untuk membentuk suatu badan usaha yang memiliki legalitas hukum seperti koperasi agar dapat menggalang kekuatan ekonomi yang lebih besar.

Selama ini, usaha budidaya ikan air tawar masih dilakukan secara individu atau berkelompok yang tidak memiliki kekuatan secara hukum.  Namun sebaliknya jika para pembudidaya ini sudah ada di dalam koperasi,  maka koperasi dapat mengambil peran yang sangat penting dalam melaksanakan kegiatan ekonomi secara bersama-sama untuk dapat menggalang kekuatan yang lebih besar dan diawasi secara demokratis oleh anggota.

Mengutip dari laman infopublik.id, Senin (23/5), dikatakan bahwa saat ini pembudidaya ikan masih menghadapi kesulitan, antara lain harga pakan ikan yang masih mahal, sulit memperoleh benih berkualitas, lahan yang masih terbatas, keterbatasan modal usaha dan kurangnya pengetahuan dalam manajemen usaha.

Asisten Deputi Bidang Perikanan dan Peternakan, Kementerian Koperasi dan UKM Devi Rimayanti mengatakan permasalahan yang dihadapi para pembudidaya ikan bisa diatasi dengan keberadaan koperasi, dimana koperasi merupakan suatu badan usaha yang memiliki legalitas hukum, sehingga para pembudidaya ikan air tawar dapat bergabung dalam koperasi ini.

Terkait akan hal ini, pemerintah daerah dapat membantu bahkan memfasilitasi terkait dalam hal pengembangan usaha budidaya ikan air tawar juga dapat membuat program terobosan terkait dengan budidaya ikan air tawar.

Seperti dilaporkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2015 dimana konsumsi ikan nasional sekarang yakni sebesar 31,5 kg per kapita per tahun lebih rendah dibandingkan tingkat konsumsi ikan di Malaysia 55,4 kg per kapita per tahun. Pertumbuhan rata-rata konsumsi ikan di Indinesia cukup tinggi yaitu 5,04 persen per tahun, jauh di atas Malaysia hanya 1,26 persen per tahun.

Kini, sudah banyak daerah yang melakukan budidaya ikan tawar seperti Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Belitung, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Parimo, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bintan, Kabupaten Langkat, Kabupaten Jember, dan masih banyak daerah lainnya. Kabupaten-kabupaten ini akan menjadi daerah yang berpeluang untuk menarik investasi masuk, hal ini akan memacu aktivitas pertumbuhan perekonomian di kabupaten tersebut.

Sumber: http://beritadaerah.co.id/2016/05/25/budidaya-ikan-terus-meningkat-kemenkop-mendorong-pembentukan-koperasi/