Potensi perikanan di Tahuna, Kepulauan Sangihe sangat beragam dan diakui dapat menjadi sumber produk perikanan bagi Indonesia. Pengawasan penangkapan ikan secara ilegal di daerah itu pun, menjadi salah satu dari fokus pemantauan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Jutaan dolar, milayaran rupiah, berasal dari sini. Hampir 2 tahun sudah berjalan, Indonesia melakukan perlawanan terhadap IIUF atau penangkapan ikan secara ilegal, salah satunya perlawanan IUUF di Tahuna”, jelas Susi dalam sambutannya di Sangihe, Kepulauan Seribu, Kamis (12/5).

Menteri Susi mengingatkan kepada masyarakat Kepulauan Sangihe, khususnya daerah Tahuna, untuk selalu menjaga kedaulatan Indonesia di lautnya. Hal ini mengingat, kekerabatan yang begitu kental antara warga pesisir Tahuna dengan masyarakat pesisir Filipina.

“Kita ingin hidup bersama berdampingan dengan negara-negara tetangga kita dan kita harus hidup rukun. Akan tetapi semua harus saling menghormati. Kita ingin sumber daya laut kita ditangkap dan dikelola oleh orang kita dan untuk orang kita, setuju tidak?”, tukas Susi kepada masyarakat yang hadir.

Lebih lanjut, Menteri Susi mengatakan, ada aturan lain untuk menangkap ikan, seperti membayar retribusi, pajak dan menggerakkan roda ekonomi di Sangihe.

“Saya ingin pengusaha Filipin beli ke sini. Membayar pajaknya di Sangihe, di Tahuna sini. Membayar retribusi dan pajak kepada negara dan menghidupkan ekonomi masyarakat sini”, lanjut Susi.

Menutup pidatonya, Susi menegaskan kembali, bahwa kedaulatan Indonesia harus dijunjung. Tanpa mengganggu hubunga bilateral keduanya.

“Saya mengerti ikatan kekeluargaan masyarakat Sangir Fiipin dekat dan banyak. Kalau mau, ya mereka berganti menjadi warga negara Indonesia dan hidup di sini. Jangan bawa ikan dari Tahuna, dipancing diam-diam dibawa pergi diam-diam. Negara punya kedaulatan. Filipin harus menghargai kedualatan negara kita. Negara kita juga menghargai kedauluatan filipin. Nelayan Tahuna ada yang mencuri ikan di Sangihe tidak? Tidak kan?!”, tegas Susi.

Menteri Susi pun mengarahkan masyarakat untuk melaporkan langsung jika ada yang melihat tindak illegal fishing di daerahnya.

“Jadi mohon jika ada yang masih melakukan penangkapan ilegal, bisa dilaporkan via sms ke saya nomornya catat sama kalian 0811  211 365. Laporkan ya. Nanti saya perintahkan Dan Lanal, Kepolisian atau PSDKP, terus nanti biar Pak Bupati yang pimpin penenggelamannya”, tutupnya. (MD)

Sumber: http://kkpnews.kkp.go.id/index.php/ekspor-perdana-menteri-susi-ingatkan-masyarakat-jaga-kedaulatan-indonesia/