Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah memulai program Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (PSKPT) di Pulau-Pulau Kecil dan Kawasan Perbatasan, dengan melakukan ekspor ikan perdana dari Tahuna yang merupakan salah satu kawasan pulau terluar di Indonesia.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo mengatakan, ikan yang diekspor adalah jenis malalugis diberangkatkan dari Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Dagho dengan tujuan negara Jepang sebanyak 24 ton.

“Kami sudah melakukan ekspor perdana, ini bukti nyata bahwa program ini sudah mulai running,” katanya dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Kamis (12/5).

Ia mengatakan pulau-pulau terluar yang masuk dalam program ini berjumlah 15 lokasi di antaranya Simeulue, Natuna, Saumlaki, Sangihe, Merauke, Mentawai, Tahuna.

Ia menjelaskan program PSKPT sendiri merupakan program yang bertujuan untuk memperlancar jalur logistik nasional, terutama di pulau-pulau terluar dan kawasan perbatasan. “Potensi pulau kecil dan daerah perbatasan sangat besar,” ujar dia.

Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan ketersediaan sumber protein dan ketahanan pangan nasional, kesejahteraan masyarakat dan pemasukan devisa bagi negara dan diharapkan terjadi pertumbuhan ekonomi di wilayah pinggiran dengan lokomotif penggerak utama adalah sektor perikanan.

Ia mengatakan KKP beserta pemerintah daerah, Kementerian/Lembaga terkait, perbankan dan BUMN Perikanan telah bertekad untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat melalui sektor perikanan terutama di daerah pulau kecil dan perbatasan.

Program PSKPT ini sejalan dengan semangat Nawa Cita yakni membangun mulai dari batas terluar untuk memperkuat daerah, wilayah terpencil, dan pedesaan di dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia.

KKP adalah salah satu kementerian yang paling concern dalam merealisasikan program Nawacita ini, terutama dalam hal pengelolaan serta pengembangan pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan Indonesia.

KKP menyediakan anggaran sekitar Rp 305 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk memajukan sektor perikanan dan Pembangunan di pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan.

Sumber: http://www.beritasatu.com/ekonomi/364717-ekspor-ikan-dari-tahuna-awali-program-sentra-kelautan-dan-perikanan-terpadu.html