Ekspor komoditas perikanan tangkap dalam periode Januari-Pebruari 2016 menunjukan tren yang positif jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi hasil tangkapan para nelayan Indonesia cenderung mengalami peningkatan. Berdasarkan data BPS RI (2016) diketahui bahwa volume ekspor komoditas perikanan tangkap dalam periode Januari-Pebruari 2016 mencapai 16.158,1 Ton atau naik 3,59 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015 yang hanya mencapai 15.597,8 Ton.

Sementara itu, dilihat dari nilai ekspornya terlihat bahwa dalam periode Januari-Pebruari 2016 terjadi pertumbuhan sebesar 6,60 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015. Nilai ekspor komoditas perikanan tangkap periode Januari-Pebruari 2016 mencapai US$51.453,2, sementara nilai ekspor pada periode yang sama tahun 2015 hanya mencapai US$48.268. Secara grafis ilustrasi perkembangan ekspor komoditas perikanan tangkap Indonesia dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Infografis Mei 1

Grafik Perkembangan Volume dan Nilai Ekspor Komoditas Perikanan Tangkap Periode Januari-Pebruari 2016

Data BPS (2016) menunjukan bahwa kelompok komoditas perikanan tangkap utama yang mengalami pertumbuhan ekspor positif dalam periode Januari-Pebruari 2016 adalah ikan hidup hasil tangkap, kepiting, udang hasil tangkap, ikan segar hasil tangkap dan invertebrate air lainnya. Pertumbuhan volume ekspor ikan hidup hasil tangkap mencapai 28,70 persen, udang hasil tangkapan dan kepiting mencapai 24, 28 persen, serta ikan segar mencapai 1,64 persen.

Outlook : ekspor komoditas perikanan tangkap 2016 diperkirakan akan terus meningkat dibandingkan dengan tahun 2015. Hal ini seiring dengan semakin intensifnya pelaksanaan gerai perizinan di seluruh wilayah Indonesia, sehingga akan mempercepat perizinan kapal-kapal perikanan tangkap nasional.