Catatan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sepanjang 2015 lalu Indonesia mengekspor ikan US$ 140 juta ke Malaysia. Namun ada juga ikan yang diimpor dari Malaysia dengan nilai US$ 19 juta, ikan apa?

Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Narmoko Prasmadji mengatakan, tahun lalu memang neraca perdagangan ikan Indonesia dengan Malaysia surplus US$ 121 juta.

Ikan yang diimpor Indonesia dari Malaysia, ujar Narmoko, adalah ikan-ikan tertentu yang dibutuhkan Indonesia saat sedang tidak musim, seperti ikan kembung.

“Cuma ikan-ikan tertentu saja, seperti kembung, pada saat kita tidak musim. Tapi kan sekarang dengan adanya kita populasi ikan yang luar biasa ini kan kita sudah tidak impor lagi dari Malaysia,” jelas Narmoko di kantor KKP, Jakarta, Jumat (29/4/2016).

Sementara ikan yang paling banyak diekspor Indonesia ke Malaysia adalah ikan kerapu. Malaysia membutuhkan banyak ikan kerapu untuk hotel dan restoran. “Saya tidak punya angka yang detail. Tapi yang jelas kerapu yang paling banyak dari US$ 140 juta tadi,” imbuh Narmoko.

Narmoko mengungkapkan ini usai menemani Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menemui Menteri Pertanian Malaysia Dato’ Shabery Cheek.

“Malaysia minat untuk kerja sama perikanan yang lebih baik lagi, terus bisa nanti dia minta belajar di Indonesia cara-cara penangkapan,” ujar Narmoko.

Narmoko menjelaskan, Malaysia juga menjadi korban dari pencurian ikan (illegal fishing). Karena itu Malaysia banyak merugi dari pencurian ikan yang terjadi. Kedua negara menjadikan illegal fishing sebagai musuh bersama.

Sumber: http://finance.detik.com/read/2016/04/29/180300/3200203/4/tahun-lalu-ri-impor-ikan-kembung-dari-malaysia-sekarang-tak-lagi