Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP) melakukan penyuluhan dan pendampingan terhadap usaha kelompok perikanan. Langkah tersebut  untuk meningkatkan kapasitas produksi, pendapatan dan kesejahteraan anggotanya. Lewat  Bimbingan Teknis (Bimtek) pendampingan di berbagai wilayah, salah satunya yang digelar 27-29 April lalu di Banjar, Kalimantan Selatan.
“Kegiatan ini diselenggarakan untuk yang ke dua kalinya di tahun 2016, sebelumnya kegiatan serupa di Batam, 6-8 April lalu. Kegiatan kali ini diikuti oleh 45 orang Penyuluh perikanan dari 42 Kabupaten/Kota pada 5 Provinsi di Kalimantan,” terang Kepala Bidang Kelembagaan dan Sistem Informasi Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (Pusluhdaya KP) Hera Rusida‎.
Target produksi sektor kelautan dan perikanan hingga 2019 sekitar 40–50 juta ton. Sementara itu, berdasarkan data Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP, data sementara capaian produksi perikanan budidaya pada 2015 sebesar 17,6 juta ton. Capaian produksi ini akan terus ditingkatkan pada tahun 2016 dengan target mencapai 19,4 juta ton. Pada 2016, target pendampingan peningkatan produksi terhadap kelompok perikanan dilakukan kepada 2.250 kelompok perikanan terdiri dari Kelompok Usaha Bersama, Kelompok Pembudidaya Ikan, Kelompok Pengolah dan Pemasar, dan Kelompok Usaha Garam Rakyat. Berdasarkan Petunjuk Teknis Menuju Kelompok Mandiri, maka kriteria kelompok madya dicirikan dengan meningkatnya per tahun rata-rata produksi kelompok sebesar 5-10 persen, sementara bagi kelompok utama dicirikan dengan meningkatnya rata-rata produksi kelompok per tahun minimal 10 persen.
Lewat penyuluhan kelompok perikanan ditumbuhkan dengan tujuan sebagai wadah proses belajar, wahana kerja sama, penyedia sarana dan prasarana perikanan. Termasuk menumbuhkan unit produksi perikanan, unit pengolahan dan pemasaran, unit jasa penunjang, organisasi kegiatan bersama dan kesatuan swadaya/swadana. Selama ini penyuluh perikanan yang mendampingi menjadi kelompok yang mandiri. Kemandirian kelompok merupakan indikator kinerja dari BPSDMP KP. Sementara salah satu indikator kemandirian kelompok adalah meningkatnya rata-rata produksi kelompok.
Lebih lanjut Hera menjabarkan ekspektasi tinggi KKP terhadap penyuluhan perikanan sebagai garda terdepan dan leading sector dalam pencapaian kesejahteraan masyarakat pelaku utama kelautan dan perikanan. Langkah tersebut mengarahkan kepada standar atau ukuran yang dipakai untuk menilai kinerja kelompok pelaku utama dengan variabel memanfaatkan, mengolah, dan mengelola optimalisasi potensi sumberdaya untuk kesejahteraan dan kemandirian anggota kelompok pelaku utama tersebut. “Kelompok mandiri yang dinilai harus memenuhi kriteria kelompok mandiri sesuai Petunjuk Teknis Menuju Kelompok Mandiri yang terdiri dari tiga aspek teknis, manajemen, keuangan, dan aspek sosial-ekonomi. Tahun ini, targetnya sebanyak 6.400 kelompok perikanan mandiri dari 60.000 kelompok perikanan yang disuluh,” ungkapnya.
Hera juga mengatakan, strategi pemberdayaan kelompok perikanan dalam rangka meningkatkan produksi kelompok perikanan dilakukan melalui penyuluhan dan pendampingan. Penyuluhan dan pendampingan memiliki peran yang sangat penting dikarenakan penyuluhan bukan saja berperan dalam kegiatan prakondisi masyarakat agar tahu, mau dan mampu berperan serta dalam pembangunan kelautan dan perikanan. Akan tetapi juga berintegrasi dengan fungsi pendampingan yang secara terus menerus sehingga tumbuh kemandirian dalam usaha kelautan dan perikanan yang akhirnya meningkatkan produktivitas usahanya.
Menurutnya, kemandirian kelompok pada akhirnya mampu meningkatkan kompetitif dan daya saing produk kelautan dan perikanan di dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN. (MEA).  Hal ini tentunya tidak lepas dari pendampingan dan pemberdayaan yang berisikan nilai-nilai filosofis, strategi dan gagasan masa depan penyuluhan perikanan sebagai tonggak keberhasilan pembangunan kelautan dan perikanan.
“Dengan kemandirian pelaku utama dan pelaku usaha perikanan ini lah diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan taraf kesejahteraan masyarakat pelaku utama dan pelaku usaha kelautan dan perikanan,” pungkas wanita bekerudung itu.