Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sebagai salah satu lembaga penyalur kredit di sektor perikanan budi daya.

Direktur Jenderal Perikanan  Budi Daya KKP Slamet Soebjakto mengatakan akuakultur atau perikanan budi daya telah menjadi daya tarik bagi kalangan perbankan.

Hal itu dibuktikan dengan semakin banyaknya penyaluran pembiayaan kepada nelayan dan pembudi daya.

“Perikanan budi daya telah menjadi bidang usaha yang ‘calculated risk’ sehingga bisa mengurangi resiko kegagalan berkat penguasaan teknologi perikanan yang inovatif dan adaptif serta mendukung keberlanjutan,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (28/4/2016).

Dalam  INDOAQUA-APA 2016, BNI Wilayah Surabaya menyerahkan plafon kredit usaha rakyat (KUR) secara simbolis kepada pembudi daya ikan asal Gresik, M. Cahyo, sebesar Rp250 juta dengan bunga 9% per tahun.

Bank pelat merah itu juga menyerahkan kredit komersial kepada perusahaan perdagangan hasil laut lokal dan ekspor asal Sidoarjo, PT Jala Lautan Mulia, sebesar Rp5 miliar yang berbunga 9,95% per tahun.

“Saat ini KUR yang sudah tersalurkan lebih banyak ke pedagang, disusul petani tebu, pertanian, nelayan, dan juga pembudi daya,” kata Kepala BNI Wilayah Surabaya Aryanto Purwadi.

Di sisi lain, BNI juga telah mengembangkan Kampoeng BNI yang salah satunya berbasis pada usaha perikanan budi daya.

Beberapa di antaranya adalah Kampoeng BNI Ikan Bandeng di Karawang, Jawa Barat, Kampoeng BNI Ikan Nila di Ponorogo, Jawa Timur, dan Kampoeng BNI Rumput Laut di Pulau Naim, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Sumber: http://industri.bisnis.com/read/20160428/99/542814/perikanan-budi-daya-kkp-gandeng-bni