Kebijakan pemerintah memerangi illegal fishing mempengaruhi ekspansi PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM). Apalagi, pasar ekspor yang kini terbuka lebar, mendorong perusahaan yang bergerak di bidang perikanan dan makanan olahan ini ingin menggenjot produksinya.

Direktur DPUM Indra Afriadi optimstis, hasil tangkapan ikan akan meningkat karena aksi pencurian ikan oleh negara lain sudah tidak marak lagi. “Negara lain kekurangan ikan dan mengekspor dari Indonesia,” ujarnya dalam paparan publik di Jakarta, Selasa (26/4).

Tahun ini, DPUM menargetkan kapasitas produksi sebanyak 50 ton per hari, atau melonjak lima kali lipat dari kapasitas produksi sebanyak 10 ton per hari pada tahun lalu.

Untuk mencapai target peningkatan kapasitas produksinya, DPUM sudah menyiapkan sejumlah rencana ekspansi. Perusahaan antara lain akan menambah kapasitas cold storage sebanyak 16.000 ton dan 5.000 ton, dari kapasitas cold storage yang sudah ada sebanyak 4.000 ton. Targetnya, penambahan kapasitas dapat beroperasi pada akhir 2016.

DPUM juga akan menambah 20 kapal penangkapan ikan untuk memperkuat armadanya yang baru berjumlah lima kapal saat ini. Perusahaan menargetkan 14 kapal baru dapat beroperasi pada akhir 2016, enam kapal sisanya pada 2017.

Indra bilang, proses pembuatan kapal molor karena Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membatasi izin kapal di atas 300 gross ton (GT). Dus, DPUM mesti melakukan downgrade terhadap ukuran kapalnya menjadi 200 GT.

Selain itu, DPUM juga sedang membeli tujuh unit tunnel freezer. Satu unit akan beroperasi pada Mei 2016, sisanya masih dalam tahap instalasi dan akan menyusul beroperasi pada 2017.

DPUM menyiapkan belanja modal senilai total Rp 500 miliar demi memuluskan rencana ekspansi tersebut. “Pembiayaan berasal dari sisa initial public offering(IPO) tahun lalu dan pinjaman perbankan,” imbuh Indra.

Melalui ekspansi tersebut, DPUM berharap penjualannya tembus Rp 1 triliun tahun ini. Target tersebut tumbuh 36% di atas realisasi penjualan tahun lalu senilai Rp 732,16 miliar.

DPUM juga berniat menggenjot ekspornya. Apabila pada tahun lalu ekspor hanya memberi kontribusi 21% terhadap penjualan DPUM, perusahaan berharap porsinya bertambah menjadi 40% tahun ini.

Selama ini DPUM sudah menggarap ekspor ikan dan udang ke Asia Tenggara, Cina, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan. Untuk memperluas pasar ekspornya, perusahaan sedang menjajaki Amerika Serikat dan Eropa.

Sumber: http://industri.kontan.co.id/news/dpum-genjot-produksi-perikanan-lima-kali-lipat