Indonesia dan Malaysia sepakat mengenai pentingnya untuk meningkatkan keamanan perairan di kawasan ASEAN. Kesepakatan itu dicapai kala terjadi pertemuan antara Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Malaysia Dato’ Sri Anifah Hj. Aman.

“Dua Menlu melakukan tukar pikiran mengenai pentingnya peningkatan keamanan di wilayah perairan ASEAN, termasuk di wilayah di mana sering terjadi penyanderaan. Keamanan wilayah perairan ini akan sangat berdampak pada pembangunan ekonomi ASEAN,” bunyi siaran pers Kemlu yang diterima Sindonews pada Selasa (12/4).

Indonesia dan Malaysia saat ini tengah mengalami nasib yang sama, yakni warga dari kedua negara disandera oleh kelompok Abu Sayyaf. Sepuluh warga negara Indonesia dan empat warga Malaysia dicokok oleh Abu Sayyaf saat kapal mereka dicegat di wilayah perairan antara Malaysia dan Filipina.

Menurut siaran pers Kemlu, selain membahas keamanan di kawasan, kedua Menlu juga membahas mengenai penyelesaian perbatasan maritim. Seperti diketahui, polemik perbatasan antara Malaysia dan Indonesia sampah saat ini masih terus terjadi.

“Kedua Menlu juga sepakat agar negosiasi perbatasan maritim dapat diintensifkan. Penunjukkan Utusan Khusus diyakini akan mampu mempercepat upaya penyelesaian perbatasan maritim. Penyelesaian perbatasan maritim ini akan membantu mencegah insiden terkait nelayan dua negara,” imbuhnya.

Sumber: http://international.sindonews.com/read/1100522/40/ri-malaysia-bahas-keamanan-di-perairan-asean-1460478547