Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat ini tengah fokus untuk melakukan upaya nasionalisasi pada sektor kelautan dan perikanan di Indonesia. Bahkan, sepanjang tahun 2015 KKP telah menenggelamkan kapal lebih dari 100 kapal penangkap ikan ilegal.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berharap upaya ini nantinya terus digalakkan oleh pemerintahan berikutnya. Tak terkecuali aparat TNI AL yang menegang peranan utama sebagai penjaga kedaulatan laut di Indonesia.

Untuk itu, pada saat peresmian kapal pengawas perikanan di Dermaga Komando Lintas Laut Militer, Tanjung Priok, hari ini, Susi meminta kepada aparat TNI agar dapat menjaga kestabilan sektor kelautan dengan tidak memberikan jalan masuk bagi kapal pencuri ikan.

“Jabatan saya ini kan hanya jabatan politis. Ya yang memegang peran ya Anda-anda (TNI AL) semua ini .Saya mohon nasionalisasi perikanan tangkap ini jangan sampai lepas,” kata Susi di hadapan TNI AL saat meresmikan kapal pengawas perikanan di Dermaga Komando Lintas Laut Militer, Jakarta, Jumat (8/4/2016).

Selama ini, lanjutnya, kedaulatan Indonesia telah digadaikan oleh banyaknya kapal asing yang melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia. Menurut Susi, asing hanya boleh masuk pada sektor investasi infrastruktur dan pengolahan ikan. Bukan sebagai pencari ikan.

“Selama ini kita lihat banyak kapal asing yang melakukan penangkapan ikan di Indonesia. Masa iya, untuk menangkap ikan saja harus orang luar negeri, yang benar saja. Kalau untuk investasi boleh, jangan ditutup. Tapi hanya untuk pengolahan,” ungkap Susi.

Saat ini, Indonesia menang membutuhkan dana investasi pada sektor infrastruktur sektor kelautan. Meskipun saat ini kebijakan Susi terkesan mencari musuh bagi asing, Susi meyakini bahwa hal ini tidak akan berdampak pada sektor investasi di Indonesia.

“Kita tetap akan menjalin kerja sama dengan asing. Tapi untuk kedaulatan tidak bisa,” tegas Susi.

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2016/04/08/320/1357914/menteri-susi-minta-sektor-kelautan-tak-dikorbankan